Sehat

Kaya Nutrisi tapi Dicap Junk Food, Ini Alasan Burger Disebut Makanan Tidak Sehat

Oleh: Asti Aureli Septania Jumat 04 Apr 2025, 19:09 WIB
Ilustrasi. Burger sering kali dianggap sebagai makanan cepat saji yang nikmat, tetapi juga mendapat stigma sebagai junk food.

AYOJAKARTA.COMBurger sering kali dianggap sebagai makanan cepat saji yang nikmat, tetapi juga mendapat stigma sebagai junk food yang tidak sehat.

Meskipun burger dapat mengandung nutrisi penting seperti protein dan vitamin dari sayuran, banyak faktor yang membuatnya dikategorikan sebagai makanan tidak sehat.

Burger sering dianggap sebagai makanan tidak sehat meskipun mengandung beberapa komponen bergizi seperti daging, sayuran, dan roti.

Baca Juga: Banyak Terjadi Setiap Libur Musim Idul Fitri, Inilah Tiga Jenis Bahan Makanan dan Minuman yang Dapat Meredakan Diare!

Kandungan Nutrisi dalam Burger

· Lemak: 9.50 g

· Protein: 10.60 g

· Karbohidrat: 32.50 g

· Natrium: 572 mg

· Kalsium: 210 mg

· Zat Besi: 2.60 mg

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Mulut dan Badan Secara Alami dengan Makanan Sehat ala dr Zaidul Akbar

Kenapa Burger Dicap Junk Food?

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK (K) menjelaskan bahwa makanan siap saji asal Amerika ini memang memiliki nutrisi tinggi namun kandungan kalori pada Burger ini juga sangat tinggi.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa burger dikategorikan sebagai junk food:

1. Tinggi Kolesterol dan Lemak Jenuh

Burger umumnya mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika dikonsumsi secara berlebihan.

Lemak jenuh dalam daging olahan dapat menyebabkan penumpukan kolesterol dalam darah, berpotensi memicu masalah kardiovaskular.

2. Kandungan Natrium yang Tinggi

Banyak burger mengandung natrium dalam jumlah besar, sering kali mencapai 400-500 mg per porsi. Konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi dan stroke.

Batasan harian natrium yang disarankan adalah sekitar 2.300 mg, sehingga satu burger bisa menyumbang substansial terhadap batas tersebut.

3. Sumber Kalori Tinggi dengan Nutrisi Rendah

Burger seringkali kaya kalori tetapi rendah nutrisi penting lainnya. Sebuah double cheeseburger dapat mengandung lebih dari 1.200 kalori, yang bisa melebihi asupan kalori yang direkomendasikan untuk satu kali makan.

Hal ini dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan dan obesitas jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.

4. Penggunaan Daging Olahan dan Aditif

Daging dalam burger sering kali merupakan daging olahan yang dicampur dengan bahan tambahan seperti natrium fosfat dan nitrat untuk meningkatkan rasa dan daya simpan.

Beberapa jenis daging mungkin juga mengandung amonia, yang digunakan untuk membunuh bakteri tetapi dapat berdampak negatif pada kesehatan jika terakumulasi dalam tubuh.

5. Gula Tersembunyi

Burger seringkali mengandung gula tersembunyi, terutama dari saus seperti saus tomat atau mayones. Kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 jika dikonsumsi berlebihan.

Secara keseluruhan, meskipun burger bisa menjadi pilihan makanan yang praktis dan lezat, konsumsi berlebihan tanpa memperhatikan komposisi dan frekuensi makannya dapat membawa berbagai risiko kesehatan.

Oleh karena itu, penting untuk mengkonsumsinya dengan bijak dan mempertimbangkan alternatif yang lebih sehat jika memungkinkan.***

 
Reporter Asti Aureli Septania
Editor Tedi Rukmana