Sehat

Tak Hanya Bikin Semangat, Minum Kopi Ternyata Juga Punya Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Oleh: Deba Lauda Jumat 04 Apr 2025, 13:13 WIB
Kopi

AYOJAKARTA.COMKopi minuman beraroma harum dengan kandungan kafein di dalamnya ini ternyata paling disukai dan banyak dikonsumsi di seluruh dunia dunia.

Selain itu juga ternyata kafein di dalam kopi memberi efek energi karena memacu kerja jantung lebih cepat.

Banyak pilihan citra rasa dan aroma pada kopi yang membuat minuman ini memiliki banyak penggemarnya di berbagai negara.

Sebuah fakta menariknya ternyata di Amerika orang dewasa berusia 18 sampai 65 tahun minum lebih banyak kopi daripada minuman lainnya.

Baca Juga: Info Terbaru Arus Balik Mudik: Ribuan Kendaraan Penuhi Tol Cikampek, Kemacetan Mengular hingga Karawang

Termasuk minuman energi, teh, dan soda di kalangan remaja ternyata kopi merupakan minuman berkafein kedua yang paling banyak dikonsumsi setiap harinya.

Ada banyak perdebatan mengenai apakah kopi aman untuk remaja karena dianggap menghambat pertumbuhan dan perkembangan tulang untuk tinggi badan.

Kopi Mengandung zat kafein yang diduga menghambat pada pertumbuhan tulang remaja.

Sebagian anak remaja yang sedang masa pertumbuhan di sebagian tempat mungkin akan diperingatkan bahwa minum kopi akan menghambat pertumbuhan mereka tapi itu kurang berdasar.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Mulut dan Badan Secara Alami dengan Makanan Sehat ala dr Zaidul Akbar

Sebuah penelitian mencari hubungan antara asupan kafein dan pengurangan penyerapan kalsium yang diperlukan untuk kekuatan dan kesehatan tulang

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengurangan penyerapan kalsium yang terkait dengan asupan kafein ternyata sangatlah kecil.

Kafein di dalam kopi belum terbukti dapat mengurangi penyerapan kalsium yang dapat menghambat pertumbuhan tulang pada usia remaja.

Kopi juga tidak menghambat pertumbuhan tetapi dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan tentunya jika dikonsumsi berlebihan.

Zat kafein dalam kopi meningkatkan kerja jantung sehingga dapat mengganggu waktu tidur.

Selain itu sebuah studi dilakukan selama dua minggu yang diuji pada 191 siswa sekolah menengah.

Mereka lalu memeriksa pola tidur dan hubungan asupan makanan minuman siswa yang mengandung kafein.

Lalu ditemukan bahwa asupan kafein berkisar antara 0-800 milligram per hari.

Hasilnya asupan kafein yang lebih tinggi dikaitkan dengan berkurangnya atau terganggunya tidur di malam hari.

Baca Juga: Catat 3 Faktor Utama Penentu Kelulusan PPPK Tahap 2 2024, Siapkan dari Sekarang

Sehingga disimpulkan Remaja yang kurang tidur cenderung berkinerja buruk di bidang akademik dan mengonsumsi makanan yang lebih tinggi gula dan kalori.

Maka hal tersebutlah merupakan pendorong obesitas dan lambatnya pertumbuhan pada masa remaja.

Perlu diwaspadai banyak minuman kopi yang beredar dipasaran mengandung sejumlah gula tambahan.

Gula sistetis yang ditambahkan umumnya menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang lebih tinggi.

Mengkonsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas hingga penyakit jantung dan banyak masalah kesehatan lainnya.

Baca Juga: Nyadar Gak Kalau Vibrasi Idul Fitri 1446 H Terasa Mulai Hambar? Duta Digital Ungkap Alasan Suasana Lebaran Makin Pudar

American Heart Association juga merekomendasikan agar usia remaja dan anak-anak tidak mengkonsumsi lebih dari 6 sendok teh atau sekitar 25 gram gula tambahan per hari.

Fakta menariknya kopi mengandung banyak sekali Komponen bermanfaat, sebagaimana dikutip AYOJAKARTA.COM melalui laman Healthline, Jumat (4/4/2025):

Beberapa zat bermanfaat pada kopi ini dikaitkan dengan kesehatan dan komponen bermanfaat ini meliputi:

1. Zat Kafein

Bertanggung jawab atas efek stimulasi kopi dan kafein dapat membuat lebih bersemangat.
Minum kopi rutin juga telah dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer yang lebih rendah.

2. Asam clorogenic

Senyawa ini bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
Zat ini juga berperan penting dalam mengatur berat badan.

3. Diterpene

Kelompok senyawa ini memiliki sifat antimikroba dan anti inflamasi atau anti peradangan.
Sehingga baik untuk memerangi beberapa mikroba tdak menguntungkan.

Baca Juga: Film Pabrik Gula Menceritakan Tentang Apa? Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya

4. Trigonelline

Penelitian pada tikus diabetes menunjukkan bahwa trigonelin dapat menurunkan kadar gula darah.

Tinjauan terhadap 201 penelitian menemukan bahwa minum kopi juga dikaitkan dengan risiko terhadap angka kanker yang lebih rendah.

Kopi mengandung beberapa komponen unik yang bermanfaat bagi kesehatan.

Studi observasional menunjukkan hubungan positif antara minum kopi rutin dan penurunan risiko penyakit tertentu.

Selain itu pada beberapa kasus anak-anak dan wanita hamil sebagian lebih sensitif terhadap efek kafein.

Baca Juga: Tissa Biani Mengenang Ray Sahetapy dengan Video Nostalgia Gitaran 'Hey Jude'

American Academy of Pediatrics merekomendasikan dosis batas 100 mg sehari Ini setara dengan sekitar satu cangkir kopi 8 ons untuk remaja berusia 12 hingga 18 tahun.

Beberapa penelitian di Amerika juga menyebutkan beberapa kopi dapat meningkatkan asam lambung seseorang.

Maka untuk mengatasi hal tersebut sebagian orang lebih menghindari kopi atau memilih kopi tertentu dengan kadar asam yang tidak terlalu tinggi.***

TAGS:
Reporter Deba Lauda
Editor Desi Kris