AYOJAKARTA.COM – Baru-baru ini tengah terjadi peningkatan kasus diabetes, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga anak-anak.
Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara mengetahui kelebihan kadar gula darah secara mandiri di rumah.
Menurut data Kementerian Kesehatan, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan dapat mencapai 30 juta orang pada 2030 jika pola makan tidak diperbaiki dan gaya hidup tidak diubah.
Dokter Sungadi Santoso, dokter spesialis yang aktif memberikan edukasi kesehatan, menyampaikan bahwa pengukuran gula darah secara mandiri sangat berguna sebagai langkah awal untuk memantau kontrol gula darah.
Dokter Sungadi menekankan bahwa tujuan pemeriksaan gula darah mandiri bukan untuk menegakkan diagnosis diabetes, melainkan untuk memantau kondisi dan menyesuaikan pengobatan jika diperlukan.
Pengukuran ini sebaiknya dilakukan secara konsisten di waktu yang sama setiap harinya, misalnya sebelum makan, sesudah makan, atau sebelum tidur, sesuai anjuran dokter.
Baca Juga: Film Pabrik Gula Menceritakan Tentang Apa? Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya
Langkah-Langkah Pengukuran Gula Darah di Rumah
Dalam demonstrasinya, dijelaskan beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan agar hasil pengukuran akurat:
1. Persiapan Peralatan
Pastikan memiliki glukometer, strip tes, lanset (jarum kecil untuk menusuk kulit), alkohol swab, dan buku catatan atau aplikasi untuk mencatat hasil pengukuran.
2. Kebersihan Tangan
Cuci tangan dengan sabun dan air untuk menghindari kontaminasi yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran.
3. Pengambilan Darah
Gunakan alkohol swab untuk membersihkan area pengambilan darah, kemudian gunakan lanset untuk menusuk jari.
Ambil setetes darah dan oleskan pada strip tes yang sudah dimasukkan ke dalam glukometer.
4. Pembacaan Hasil
Glukometer akan menampilkan hasil pengukuran dalam hitungan detik.
Hasil tersebut kemudian dicatat beserta waktu pengukuran agar dapat dilacak tren perubahannya.
5. Penyimpanan Alat
Pastikan glukometer dan strip tes disimpan sesuai petunjuk, biasanya di suhu ruang yang tidak terlalu panas.
Perhatikan tanggal kadaluwarsa strip tes dan catat tanggal pembukaan strip karena masa pakainya dapat berkurang setelah dibuka.
Dr. Sung juga menambahkan bahwa bagi yang merasa repot melakukan pengukuran berulang, kini telah tersedia teknologi Continuous Glucose Monitoring (CGM) yang dapat merekam kadar gula darah setiap tiga menit selama 15 hari.
Teknologi ini memungkinkan pemantauan yang lebih mudah melalui aplikasi di ponsel.
Baca Juga: Bebas Kadar Gula, Tips Makan Sehat Bagi Penderita Diabetes di Hari Raya Lebaran
Manfaat Pengukuran Mandiri
Dengan rutin mengukur gula darah, individu dapat:
- Memantau Kontrol Gula Darah: Mengetahui apakah kadar gula berada dalam rentang normal atau perlu penyesuaian pengobatan.
- Menyesuaikan Dosis Obat: Data pengukuran dapat membantu dokter menentukan apakah dosis obat atau insulin perlu dikurangi atau dinaikkan.
- Mencegah Komplikasi: Deteksi dini terhadap hiperglikemia (gula darah tinggi) atau hipoglikemia (gula darah rendah) membantu mencegah komplikasi akut maupun kronis.
- Meningkatkan Edukasi dan Kesadaran: Dengan pencatatan rutin, pasien dan keluarga akan lebih memahami pengaruh pola makan, aktivitas, dan obat terhadap kadar gula darah.
Pengukuran gula darah secara mandiri menjadi salah satu alat edukasi penting dalam pengelolaan diabetes.
Dr. Sung mengimbau agar masyarakat yang memiliki risiko diabetes atau telah terdiagnosis untuk memiliki glukometer sendiri di rumah dan rutin mencatat hasil pengukuran sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Dengan penerapan cara-cara tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar dan proaktif dalam mengontrol kadar gula darah, sehingga dapat mencegah risiko komplikasi serius yang berhubungan dengan diabetes.***