AYOJAKARTA.COM - Medan energi yang menyelimuti setiap mahluk hidup atau materi, merupakan pengertian aura secara sederhana.
Pada makhluk hidup, aura merupakan cerminan langsung dari kondisi energi pemiliknya yang bisa bersifat harmoni atau positif maupun perselisihan atau negatif.
Aura negatif di dalam diri merupakan akumulasi dari adanya sumbatan yang membuat seseorang menjadi tidak terhubung dengan kondisi di sekitarnya.
Jika diabaikan atau dibiarkan, keberadaan aura negatif di dalam diri seseorang akan sangat berdampak pada cara berinteraksi serta menjalin hubungan sosial.
Sebagai bahan kontemplasi dan pengenalan diri, berikut ini adalah ciri-ciri dari seseorang yang banyak menyimpan energi negatif.
Baca Juga: 7 Kota Termistis di Indonesia, Nomor Enam dan Tujuh Sering Dikunjungi Wisatawan
Seseorang yang menyimpan aura negatif di dalam diri adalah sering merasakan lelah baik secara fisik, emosional maupun mental.
Ibarat terkena hisapan Lintah yang menyedot Darah tanpa disadari, keberadaan aura negatif dalam diri akan membuat persediaan kesadaran seseorang mulai berkurang.
Seseorang yang banyak menyimpan energi negatif seperti marah, dendam, benci, sedih, cemas, takut, kuatir dan sejenisnya akan membuatnya kesulitan mengendalikan diri.
Aura negatif yang terlalu banyak di dalam diri seseorang, akan menjadikannya mengalami beban berlebih di dalam kepala sehingga kesulitan untuk berpikir jernih.
Menyimpan luka batin atau mengabaikan rasa sakit hati secara berkelanjutan bukan saja mengundang datangnya aura negatif, tetapi menginvestasikan hidup pada penderitaan.
Sebab perasaan, pemikiran yang bersumber dari penderitaan akan mendatangkan citra diri negatif sehingga perlu bertindak manipulatif agar bisa merasa dihargai atau diterima.
Selain karena faktor internal di dalam diri seseorang, aura negatif juga bisa berasal dari faktor eksternal seperti lingkungan yang beracun.
Karena itu sangat penting bagi siapapun untuk bisa menetapkan batasan dan menentukan orang-orang terdekat yang bisa berada di dalam lingkaran.
Namun demikian, aura negatif bukanlah sesuatu yang harus dihindari atau dihilangkan sama sekali dari dalam diri setiap orang.
Kemampuan seseorang untuk menyadari adanya bahaya yang datang dari dalam diri sendiri, merupakan salah satu tanda datangnya kesadaran.
Bahaya dan ancaman yang datang dari dalam diri sendiri bisa berwujud atau menjelma sebagai pikiran atau perasaan sebelum akhirnya berujung pada tindakan.
Sangat penting bagi seseorang untuk bisa mengenali pola-pola yang berlaku di dalam pikiran, perasaan dan berlatih mengendalikannya.
Cara untuk menjumpai kesadaran diri adalah dengan rutin berkontemplasi secara jujur tanpa perlu menghakimi diri sendiri dan menyalahkan orang lain.