AYOJAKARTA.COM – Pasca Lebaran, banyak lansia mengalami penurunan nafsu makan yang berpotensi mengganggu kecukupan gizi.
Menurut Dokter Metta Sattayani, Sp.GK, pemenuhan nutrisi bagi lansia sangat penting diperhatikan pasca lebaran.
Dengan begitu, dapat mencegah risiko gangguan kesehatan lansia dan penyakit metabolik, seperti hipertensi dan diabetes.
Dokter Metta menjelaskan bahwa proses penuaan menyebabkan penurunan laju metabolisme dan massa otot, serta perubahan sistem pencernaan.
Baca Juga: Ada Diskon 20 Persen! Cek Rincian Tarif Tol untuk Arus Balik Lebaran 2025
"Seiring bertambahnya usia, produksi air liur, enzim pencernaan, dan pergerakan usus melambat sehingga penyerapan nutrisi menjadi terganggu," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Hidup Sehat tvOne, Kamis, 3 April 2025.
Oleh sebab itu, pola makan lansia perlu disesuaikan dengan diberikan makanan secara teratur dan dalam porsi kecil namun sering.
Lansia bisa diberikan pola makan tersebut tiga kali makan utama dan dua hingga tiga camilan ringan.
Menurutnya, nutrisi utama yang harus dipenuhi adalah protein untuk membantu perbaikan sel dan menjaga massa otot, serta asam lemak tidak jenuh yang baik bagi kesehatan jantung.
Selain itu, karbohidrat kompleks seperti oatmeal, beras merah, jagung, kentang berserat, dan gandum utuh sangat dianjurkan untuk menjaga kadar gula darah dan memenuhi kebutuhan serat.
Hidrasi pun harus diperhatikan, dengan anjuran minum 6–8 gelas air per hari untuk menghindari dehidrasi, meskipun lansia seringkali tidak merasakan haus.
Sebagai contoh praktis, Dokter Metta membagikan resep sarapan sehat yang mudah dibuat untuk lansia.
Resep tersebut menggunakan oatmeal sebagai sumber karbohidrat kompleks yang dapat memberikan rasa kenyang dan menyerap kelebihan kolesterol. Bahan-bahan yang disiapkan antara lain:
- 5 sendok makan oatmeal yang diseduh dengan air panas hingga lunak.
- 150–200 ml susu rendah lemak yang terfortifikasi dengan kalsium dan vitamin D.
- Buah-buahan segar, seperti pisang (sumber kalium dan vitamin B6), alpukat (sumber asam lemak tidak jenuh tunggal dan vitamin B6), dan buah naga (tinggi antioksidan dan vitamin C).
- Madu sebagai pemanis alami.
- Biji-bijian seperti golden flaxseed dan chia seeds sebagai tambahan protein, serat, dan omega-3.
Baca Juga: Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2025? Cek Tanggalnya Berdasarkan Prediksi dari Jasa Marga
Proses pembuatannya pun sederhana. Oatmeal yang telah diseduh kemudian dicampur dengan susu dan madu, dilengkapi dengan potongan buah dan taburan biji-bijian.
Resep ini tidak hanya mudah dicerna, tetapi juga kaya akan nutrisi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan lansia.
"Dengan memberikan makanan yang tepat, lansia dapat tetap aktif dan memiliki daya tahan tubuh yang baik. Penting juga untuk menyesuaikan konsistensi makanan agar mudah dikunyah dan ditelan," tambahnya.***