Sehat

Masuk Angin Setelah Perjalanan Mudik Lebaran? Jangan Nekat Mau Langsung Kerokan Sebelum Informasi ini Dipahami!

Oleh: Karseno AJ Kamis 03 Apr 2025, 13:52 WIB
Ilustrasi. Masuk Angin

AYOJAKARTA.COM - Masuk angin merupakan gangguan kesehatan yang banyak dirasakan setelah menempuh perjalanan mudik Lebaran, sehingga niat Kerokan terbesit di kepala.  

Selain paparan AC atau udara malam, masuk angin yang mendatangkan keinginan kerokan selama perjalanan mudik Lebaran juga  dapat disebabkan karena guyuran hujan.

Penurunan suhu yang merupakan isyarat masuk angin selama perjalanan Mudik Lebaran, diyakini banyak kalangan akan kembali seimbang setelah aktivitas Kerokan dilakukan.

Prinsip mencapai keseimbangan pada tubuh yang kurang sehat sebagaimana menjadi dasar ajaran Taoisme, bagi masyarakat Tiongkok diaplikasikan dengan kerokan atau Gua Sha.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Wisata Jabodetabek untuk Libur Lebaran 2025

Kerokan atau Cao Gio bagi orang Vietnam atau Goh Kyol bagi masyarakat Kamboja, merupakan bentuk pengobatan tradisional yang dikenal luas oleh masyarakat Timur.

Dengan menggunakan benda tumpul seperti kayu, koin atau gerabah serta rempah, bagian tubuh tertentu akan dikerik hingga menimbulkan bekas.

Meski sempat dianggap sebagai bentuk tindakan abuse oleh sebagian masyarakat Barat, bagi orang Timur kerokan yang ada sejak abad 12 merupakan jenis pengobatan tradisional.

Bagi sebagian pembela hak manusia dari Barat, warna merah di kulit saat kerokan terjadi karena adanya perubahan tekanan pada pembuluh kapiler.

Baca Juga: Nyadar Gak Kalau Vibrasi Idul Fitri 1446 H Terasa Mulai Hambar? Duta Digital Ungkap Alasan Suasana Lebaran Makin Pudar

Proses mengerik yang dilakukan secara berulang akan membuat tekstur warna menjadi semakin merah dan pekat, sehingga dianggap sebagai  bentuk penyiksaan pada manusia.

Sementara, kerokan bagi masyarakat Nusantara sendiri dipercaya dapat mengurangi berbagai macam gangguan kesehatan yang disebabkan karena masuk angin.

Campuran minyak atau cairan pelicin yang dikerok secara berulang pada permukaan kulit  dipercaya dapat menekan dan akhirnya mengusir angin berlebih di dalam tubuh.

Semakin gelap atau pekat warna merah yang muncul di permukaan kulit, bahkan dipercaya menjadi indikasi parah atau tidaknya masuk angin seseorang.

Berdasarkan pada kedua perbedaan perspektif tersebut, sains modern menegaskan bahwa selama dilakukan oleh Ahli; aktivitas kerokan bisa menjadi alternatif pengobatan.

Kerikan pada kulit atau tekanan tertentu alias pijat pada area di sekitar kerokan yang dilakukan Ahli akan menyebabkan peredaran darah menjadi lebih lancar.

Di tangan seorang Ahli, aktivitas kerokan serta pijit juga akan menimbulkan rasa nyaman pada tubuh sehingga menjadi lebih rileks dan bugar.

Agar tidak terjadi gangguan pada kulit, aktivitas kerokan menurut sains modern juga perlu dilakukan dengan tetap menjaga kebersihan terutama peralatan.

Menggunakan alat kerik secara bergantian, menurut sains justru dapat menjadi penyebab munculnya sejumlah gangguan kesehatan kulit.  ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris