AYOJAKARTA.COM - Salah satu wujud kompleksitas yang dimiliki oleh setiap individu manusia adalah pola pikiran yang memiliki kecenderungan berbeda.
Dalam tataran ide atau gagasan pikiran yang cenderung berbeda tidak banyak berdampak, namun pada tingkat perilaku atau perbuatan jelas akan sangat berpengaruh.
Karena perbedaan pikiran, setiap individu memungkinkan untuk menghasilkan suatu corak kesimpulan berbeda meski mengalami peristiwa yang sama.
Tidak berlaku secara mudah dan sederhana, proses perubahan respon atau reaksi terhadap suatu peristiwa disebabkan oleh banyak hal.
Baca Juga: Sepi Auto Nyaman, 7 Tempat Wisata Jakarta Wajib Dikunjungi Libur Lebaran 2025
Salah satu sosok penting yang cukup mendominasi dan menjadi penyebab perbedaan cara berpikir setiap individu adalah eksistensi Kerajaan Mikroba di dalam usus.
Disadari ataupun tidak, di dalam setiap jaringan usus setiap manusia terdapat Tiga Kerajaan Mikroba yang memiliki karakter bawaan berbeda.
Memiliki jumlah yang mencapai sekitar 12,500 kali lipat dari total populasi manusia di bumi, para Mikroba di bagian usus hidup dengan tugas dan peran berbeda.
Selain ada pemilik karakter bawaan protagonis atau Bakteri Baik, terdapat pula Kerajaan Bakteri Jahat atau Antagonis serta Netral atau Extrass yang jumlahnya jauh lebih besar.
Baca Juga: Jangan Jawab Sama-Sama! Berikut Ucapan Balasan Minal Aidin Wal Faizin yang Benar
Saat teritori usus dalam rentang milimeter dikuasai kerajaan bakteri baik, bakteri netral akan sukarela ikut membantu; dan menyerang bagian usus jika berlaku sebaliknya.
Sewaktu kerajaan bakteri jahat berkuasa, maka tanpa diminta para bakteri netral akan dengan senang hati membantu menyerang sehingga mengganggu kesehatan manusia.
Proses peperangan yang terjadi dalam usus setiap manusia dan berlangsung sepanjang waktu, akan membawa pengaruh pada perasaan, pikiran bahkan perbuatan seseorang.
Kemenangan yang diperoleh oleh kerajaan bakteri baik akan membuat kemunculan berbagai hormon kebahagiaan dan kesenangan seperti Serotonin.
Semakin banyak hormon kebahagiaan diproduksi oleh kerajaan bakteri baik, perasaan seseorang akan menjadi bahagia dan pikiran menjadi lebih jernih dan terbuka.
Penyebab utama perasaan dan pikiran ikut terpengaruh oleh kerajaan bakteri di usus, berdasarkan penelitian disebabkan karena adanya komunikasi melalui jaringan syaraf.
Melalui ENS atau Enteric Nervous System dan Sistem Saraf Vagus, komunikasi terjadi dari Usus untuk ditransmisikan ke Otak, sehingga ikut mempengaruhi pikiran seseorang.
Mengacu pada konsep yang diketahui beberapa dekade belakangan, sejumlah pakar kesehatan mulai mengimani alasan di balik jenis pengobatan Golden Soup.
Baca Juga: Cara Menjawab Ucapan Idul Fitri dari Rekan Kerja, Formal, Sopan, serta Berisi Doa dan Harapan
Terkesan menjijikan, Golden Soup merupakan metode pengobatan yang memungkinkan Orang Sakit atau Menderita mengkonsumsi ekstraksi feses dari Orang Sehat atau Bahagia.
Meski awal mula proses pengobatan ini dilakukan dengan cara oral atau dikonsumsi langsung langsung lewat mulut, teknologi menyempurnakannya melalui Kolonoskopi. ***