AYOJAKARTA.COM — Makanan khas Lebaran seperti opor dan rendang sering kali menjadi favorit banyak orang.
Namun, setelah merayakan hari raya, muncul pertanyaan penting, apakah konsumsi makanan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke?
Makan opor dan rendang pasca Lebaran dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, terutama jika makanan tersebut dipanaskan berulang kali.
Berikut adalah penjelasan mengenai mitos dan fakta seputar hal ini yang dikutip dari berbagai sumber.
Fakta Tentang Opor dan Rendang
Opor dan rendang, yang biasanya mengandung santan, memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi.
Lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, yang berkontribusi pada risiko penyakit jantung dan stroke.
Apalagi jika makanan bersantan seperti opor dan rendang beberapa kali dipanaskan dapat mengubah komposisi lemak, sehingga menghasilkan lapisan minyak yang berbahaya.
Ini karena pemanasan berulang dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh dalam makanan tersebut.
Tak hanya itu, Setelah Lebaran, banyak orang cenderung mengkonsumsi makanan berlemak tinggi tanpa memperhatikan porsi.
Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kenaikan berat badan, gangguan pencernaan, serta peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: CATAT Jadwal Penerapan Sistem Contra Flow dan One Way Arus Balik Lebaran 2025, Pemudik Wajib Tahu!
Mitos Tentang Opor dan Rendang
Meskipun makanan berlemak seperti opor dan rendang dapat berisiko jika dikonsumsi berlebihan atau dipanaskan berkali-kali, tidak semua lemak buruk untuk kesehatan.
Sebaliknya, tak hanya opor dan rendang, Makanan lain yang tinggi kalori, gula, dan garam juga dapat meningkatkan risiko penyakit serupa.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan keseluruhan pola makan, bukan hanya fokus pada satu jenis makanan.
Mengonsumsi opor dan rendang pasca Lebaran bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke jika tidak dilakukan dengan bijaksana.
Memanaskan makanan tersebut berkali-kali berpotensi merugikan kesehatan akibat peningkatan lemak jenuh.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga porsi makan dan memperhatikan cara penyajian agar tetap sehat pasca Lebaran.***