AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini masyarakat ramai memperbincangkan nyamuk Wolbachia yang telah disebar di beberapa kota.
Nyamuk Wolbachia disebut-sebut bisa menekan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti.
Banyak yang berpendapat bahwa penyebaran nyamuk Wolbachia merupakan keputusan yang tidak tepat.
Pasalnya, banyak yang beranggapan nyamuk Wolbachia sangat berbahaya sehingga dikhawatirkan membuat pandemi baru.
Lalu seperti apa fakta nyamuk Wolbachia yang sebenarnya?
Berikut adalah fakta nyamuk Wolbachia yang dikutip dari akun Instagram @kemenkes_ri, Selasa, 21 November 2023.
1. Wolbachia adalah bakteri alami
Wolbachia merupakan bakteri alami pada 60 persen serangga. Bakteri Wolbachia tidak akan menginfeksi manusia atau vertebrata lainnya, tidak menyebabkan manusia dan hewan menjadi sakit.
Wolbachia hidup dalam sel serangga dan bisa diturunkan ke generasi selanjutnya melalui telur.
2. Menghambat virus dengue
Wolbachia yang ada dalam nyamuk Aedes Aegypti bisa menurunkan replikasi virus dengue. Hal ini bisa mengurangi kemampuan nyamuk tersebut sebagai penular penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Pertambahan bakteri atau virus terjadi melalui mekanisme kompetisi mendapatkan makanan antara virus dengue dengan bakteri Wolbachia dalam nyamuk. Semakin sedikit suplai makanan yang didapat, maka semakin sulit virus dengue berkembang biak.
3. Metode pelepasan
Telur nyamuk Aedes Aegypti dimasukkan bakteri Wolbachia dan setelah menetas, nyamuk akan memiliki Wolbachia. Nyamuk tersebut akan hidup di sekitar lingkungan secara alamiah dan berkembang biak menghasilkan generasi nyamuk yang ber Wolbachia.
4. Implementasi Teknologi Wolbachia
Pada tahun 2022, studi kelayakan pelaksanaan teknologi Wolbachia sudah dilakukan dan hasilnya mampu menurunkan 77 persen kasus demam berdarah dan 86 persen kasus perawatan di rumah sakit. Maka dari itu, bisa dibilang bahwa teknologi Wolbachia aman untuk diterapkan sebagai salah satu penanganan penyakit DBD.
Selain itu, studi cost effectiveness juga telah dilakukan (brady et.al) yang hasilnya jika teknologi Wolbachia diterapkan di daerah padat penduduk maka bisa menurunkan biaya penanganan DBD. akan tetapi, penerapan juga harus dilaksanakan dengan menerapkan 3M Plus.
5. Bukan rekayasa genetik
Nyamuk Wolbachia bukanlah rekayasa genetik karena nyamuk ini lahir dari telur yang diberikan bakteri alami Wolbachia tanpa ada manipulasi genetika dan tidak diternakkan di laboratorium.
Baca Juga: Dianggap Membahayakan, Mantan Menkes Siti Fadila Sikapi Penyebaran Nyamuk Wolbachia
Selain itu, telur yang sudah ber Wolbachia akan berkembang secara alami di alam.
Demikian informasi mengenai fakta nyamuk Wolbachia.