AYOJAKARTA.COM – Tidak hanya nyamuk Aedes Aegypti saja yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya pada manusia, tetapi juga nyamuk Culex.
Nyamuk Culex merupakan jenis nyamuk yang sifatnya antropofilik yang tidak hanya menghisap darah manusia, tetapi juga hewan.
Karena itulah gigitan nyamuk Culex dapat memicu penularan virus JE dari hewan ke manusia.
Meski begitu, manusia menjadi dead-end host untuk JE yang berarti manusia tidak menjadi sumber penyebaran JE.
Umumnya, nyamuk Culex bisa ditemukan di tempat pembuangan dan lembab seperti persawahan, selokan, kolam ikan, hingga genangan air.
Nyamuk Culex bisa memicu beberapa penyakit yang salah satunya adalah Japanese Encephalitis.
Japanese Encephalitis merupakan penyakit radang otak (ensefalitis) yang disebabkan virus JE.
Ketika seseorang terinfeksi virus JE, biasanya mereka akan mengalami gejalanya yang akan muncul antara 4 hingga 4 hari pasca gigitan nyamuk (masa inkubasi).
Baca Juga: Nyamuk Wolbachia untuk Apa? Pro Kontra Disebut Atasi DBD Kemenkes Ikut Buka Suara, Begini...
Gejala utama diantaranya adalah demam tinggi mendadak, sakit kepala, perubahan status mental, gejala gastrointestinal, gangguan bicara, berjalan, dan adanya gerakan involunter ekstremitas atau disfungsi motorik lainnya.
Penyakit yang dibawa nyamuk Culex ini bisa menyerang anak-anak dengan gejala berupa demam, muntah, diare, kejang, dan iritabilitas.
Selain itu penyakit ini sangat berbahaya karena JE merupakan penyakit yang serius karena bisa menyebabkan kematian.
Namun, hingga kini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan penyakit JE sehingga masyarakat perlu melakukan pencegahan.
Baca Juga: Timbulkan Pro Kontra, Ini 5 Kota yang Akan Sebar Nyamuk Wolbachia untuk Atasi DBD
Cara Mencegah Nyamuk Culex
Masyarakat bisa melakukan pencegahan alami dengan menjaga kebersihan lingkungan dan peternakan, terutama di yang lembab dan gelap.
Nyamuk Culex dapat meletakan 100 butir telur dan meletakkannya di atas permukaan air dalam keadaan menempel pada dinding vertikal dalam tempat penampungan air yang tertutup.
Jenis nyamuk ini lebih suka tempat penampungan air yang tertutup longgar daripada penampungan air yang terbuka.
Sebab, penampungan air kadang kali tidak ditutup dengan rapat sehingga mengakibatkan ruang di dalamnya lebih gelap.
Selain itu masyarakat bisa mencegah penyakit JE dengan pemberian vaksin dan menghindari gigitan nyamuk.
Ini karena vaksin merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah infeksi virus JE pada manusia.***