AYOJAKARTA.COM - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyoroti isu penyebaran nyamuk Wolbachia yang belakangan ini menjadi kekhawatiran masyarakat.
Siti Fadilah Supari mempertanyakan urgensi penyebaran nyamuk Wolbachia di beberapa kota di Indonesia.
Seperti yang diketahui, penyebaran nyamuk Wolbachia merupakan strategi baru untuk mengatasi penularan demam berdarah (DBD).
Baca Juga: Akan Disebar di Jakarta, Apa Rasanya Digigit Nyamuk Wolbachia, Lebih Sakit atau Tak Berasa?
Penyebaran nyamuk Wolbachia direncanakan di lima kota, yaitu Jakarta Barat, Bandung, Bontang, Semarang, dan Kupang.
Siti Fadilah Supari menilai program mengatasi DBD dari Kementerian Kesehatan sudah sangat baik.
Baca Juga: Fakta-Fakta Nyamuk Wolbachia yang akan Disebar di Jakarta, Ga Bahaya Tah?
Menurutnya jika program-program tersebut dilakukan dengan baik penyebaran DBD bisa sangat minim.
“Selama ini tidak ada berita demam berdarah melonjak, itu nggak ada. Dan kemudian ada berita kah rumah sakit-rumah sakit membludak kaya jaman saya jadi menteri tahun 2007 demam berdarah luar biasa?” kata Siti dikutip dari akun Instagram @siti_fadilah_supari, Minggu (19/11/2023).
“Program-program Kemenkes berjalan dengan sangat bagus, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), 3M, jumantik, abatisasi. Kalau itu dijalankan dengan baik saya kira mungkin bisa-bisa demam berdarah sangat minim,” sambungnya.
Baca Juga: Penyebaran Nyamuk Wolbachia Ditunda, Ahli Firasat Ini Sebut Akan Ada Pandemi Besar
Siti melihat dalam waktu belakangan ini pemberitaan tentang demam berdarah bukan hal yang mengejutkan.
Selain itu, Siti juga menilai demam berdarah di Indonesia sudah terkendali dengan menerapkan program dari Kemenkes.
“Pada tahun-tahun ini demam berdarah tidak menjadi berita yang mengejutkan, nah kenapa kita mesti manggil nyamuk-nyamuk itu untuk mengendalikan demam berdarah? Toh demam berdarah sudah terkendali dengan programnya kemenkes yang sukses. Program kemenkes saya acungi jempol bisa mengendalikan demam berdarah tanpa nyamuk,” ungkapnya.
“Tiba-tiba nyamuk itu dimasukkan sebagai alternatif, kita kenapa memakai nyamuk di negara kita? ini yang menjadi tanda tanya besar. Kenapa kita harus memanggil nyamuk segitu banyak? Ratusan juta, berapapun juga pasti akan mengganggu lingkungan walaupun hasil penelitiannya baik-baik saja,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Siti berharap pihak-pihak yang terkait bisa lebih memikirkan baik dan buruknya bagi masyarakat sebelum mengimplementasikan suatu program.
“Makanya ini yang perlu dipikirkan, para pemegang kebijakan dengan hormat anda mempunyai suatu kewenangan yang penuh untuk memilihkan kebijakan bagi rakyat anda. Tapi tolong pada waktu ingin mengimplementasikan sesuatu tolong dihitung untung dan ruginya,” tutupnya.***