AYOJAKARTA.COM - Sejak diisolasi dari perimata pada tahun 1958, perkembangan kasus cacar monyet atau monkeypox mulai menjadi ancaman di dunia kesehatan.
Terlebih ketika pada tahun 1970, cacar monyet atau monkey pox dilaporkan sebagai salah satu kasus yang terjadi pada manusia.
Sehingga dalam perkembangannya, WHO pada 23 Juli 2022 secara tegas menyatakan bahwa monkey pox atau cacar monyet merupakan kedaruratan kesehatan dunia.
Baca Juga: 6 Langkah untuk Mencegah Tertular Cacar Monyet yang makin Menyebar
Cacar monyet merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan kepada manusia, serta dapat pula menular ke sesama manusia.
Penyakit cacar monyet sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh Virus Human Monkeypox atau VHMP.
VHMP sendiri merupakan virus dari genus Orthopoxvirus famili Poxviridae dari golongan DNA virus serta bersifat highly pathogenic.
Baca Juga: 2 Warga Tangerang Selatan Positif Cacar Monyet atau Monkey Pox, Dinkes: Sudah Ditangani dan Isolasi
Di Indonesia, peningkatan virus monkeypox juga diketahui telah meluas ke sejumlah wilayah di luar kota Jakarta.
Berdasarkan informasi yang didapat dari Kementerian Kesehatan, sampai dengan tanggal 31 Oktober 2023 telah terjadi sebanyak 27 kasus di Indonesia.
Adapun penyebaran tersebut terjadi di sejumlah wilayah antara lain DKI Jakarta dengan 21 Kasus dan Tangerang Selatan dengan dua kasus.
Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Terus Meningkat, Berikut 3 Cara Sederhana untuk Mencegahnya
Selain Tangsel, Kabupaten Tangerang juga tercatat memiliki dua kasus sementara kota Tangerang dengan satu kasus.
Cacar monyet juga bukan saja terjadi di kedua wilayah berdekatan tersebut, melainkan juga di kota Bandung, Jawa Barat dengan satu kasus.
Maxi Rein Rondonuwu selaku Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes menyebut, sebanyak 42 persen kasus terjadi pada penderita usia 25 hingga 39 tahun.
Sementara 12 persen kasus terjadi pada penderita dengan rentang usia antara 18 sampai dengan 24 tahun.
Guna mengantisipasi meluasnya penyebaran virus tersebut, Kemenkes juga telah melakukan upaya vaksinasi kepada 477 orang paling berpotensi.
Baca Juga: Waspada! Marak Kasus Cacar Monyet di Jakarta, Catat Gejala dan Risiko Jika Terkena Penyakit Ini
Selain melakukan vaksinasi, upaya lain yang terus dilakukan adalah dengan mengedukasi publik guna meminimalisir penularan serta mengoptimalkan pencegahan.
Adapun cara-cara yang dapat dilakukan setiap individu sebagai upaya pencegahan adalah dengan menerapkan prinsip hidup bersih.
Selain hidup bersih, langkah pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan orang yang mengalami gejala monkeypox.
Baca Juga: Waspada! Kenali Gejala Cacar Monyet dan Cara Mengobatinya
Langkah pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara menggunakan masker serta menerapkan etika batuk serta rutin membersihkan area atau benda yang sering disentuh.
Adapun jenis pencegahan efektif untuk dilakukan, selain vaksin yang saat ini masih terbatas adalah dengan setia kepada pasangan pernikahan.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Kamis, 2 November 2023 dari akun instagram @reisabrotoasmoro dan asumsico. ***