AYOJAKARTA.COM – Stres, anxiety dan depresi mungkin bagi sebagian orang merupakan hal yang sama.
Tapi tahukah kamu sebenarnya tiga keadaan tersebut merupakan hal yang berbeda dan punya cara tersendiri untuk mengatasinya.
Dikutip Ayojakarta.com dari Instagram @teskepribadian.id pada Minggu (15/10/2023), berikut perbedaan stres, anxiety dan depresi yang perlu kamu ketahui.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Bunga yang Kamu Suka Akan Ungkap Kekuatan dan Kelemahanmu!
1. Stres
Stres merupakan suatu keadaan normal setiap orang yang menekan perasaan, emosi, pemikiran dan sebagainya.
Ada dua jenis stres yang dialami manusia yaitu eustress dan distress.
Eustress merupakan kondisi stress positif yang dialami setiap orang.
Kondisi ini bisa juga disebut stres yang produktif dan semangat dalam melakukan sesuatu.
Stres ini muncul saat seseorang menghadapi situasi sulit.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Dilihat Ungkap Sisi Baik Dirimu yang Jarang Disadari
Namun, tetap merasa termotivasi dan bersemangat untuk menyelesaikan situasi tersebut.
Sedangkan distress merupakan kondisi stres negatif yang dialami seseorang.
Biasanya orang yang mengalami hal ini akan merasa tidak nyaman dan gelisah sepanjang hari.
Kondisi ini biasanya akan dialami seseorang yang merasa kewalahan dan tidak mampu mengatasi segala tekanan atas situasi tertentu.
Jenis stres ini akan membuat kondisi syaraf terus bekerja sehingga menyebabkan kelelahan berlebihan.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilih Satu Pintu dan Jawabanmu Akan Menunjukkan Karakter Kamu yang Sesungguhnya
2. Anxiety
Anxiety adalah kondisi manusia yang terlalu mencemaskan keadaan sehingga menimbulkan kegelisahan.
Perlu diketahui anxiety harap diwaspadai jika muncul tanpa sebab atau sulit dikendalikan.
Dampak anxiety yaitu selalu berpikir negatif atau berlebihan, sakit kepala, badan bergetar, tangan berkeringat, sesak napas dan suka menyendiri.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilihan Bentuk Simbol Tangan Ini Bakal Ungkap Sisi Tersembunyi dari Kamu
3. Depresi
Berbeda degan anxiety, depresi merupakan kondisi mental seseorang yang sedang mengalami keadaan sedih secara berlebihan.
Pada umumnya setiap orang yang mengalami depresi memerlukan perawatan dari psikolog atau psikiater.
Penyebab depresi berbeda-beda, bisa karena masalah psikologis, gangguan kimia pada otak, gangguan hormon, penyakit keturunan, kondisi medis bahkan karena kepribadian seseorang itu sendiri.
Ciri-ciri depresi yang paling mudah dikenali adalah sering menyalahkan diri sendiri, memiliki suasana hati yang buruk, sensitif, menunjukkan sifat apatis dan selalu merasa khawatir bahkan bisa juga memiliki rasa cemas berlebihan.***