AYOJAKARTA.COM - Adanya hubungan antara gelombang panas dan sinar UV dari matahari, menurut informasi dari BMKG Indonesia membuat masyarakat harus lebih terus berhati-hati.
Indeks radiasi UV dibagi menjadi beberapa kategori dari "Low" hingga "Extreme," tergantung pada tingkat intensitas sinar UV yang mencapai permukaan bumi.
Pada umumnya, indeks radiasi UV memiliki pola harian yang lebih rendah di pagi hari dan mencapai puncaknya di siang hari antara pukul 12:00-15:00 waktu setempat, sebelum kembali menurun di sore hari.
BMKG menjelaskan bahwa masyarakat perlu berhati-hati terhadap sinar UV pada siang hari menjelang sore karena indeks radiasi UV berada pada tingkat yang lebih tinggi pada waktu tersebut.
"Suhu panas di Indonesia bukan Gelombang Panas, dan suhu maksimum harian sudah mulai turun," Ungkap Dwikorita Karnawati Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dikutip AyoJakarta.com dari laman resmi BMKG pada Jumat (28/4/2023).
Namun, jika terlalu lama terpapar sinar UV, maka dapat menyebabkan beberapa penyakit.
AyoJakarta mencoba merangkum beberapa penyakit akibat paparan sinar UV secara berleihan antara lain :
1. Sunburn
Sunburn adalah kondisi dimana kulit mengalami kemerahan dan perih akibat paparan sinar UV yang terlalu lama.
Sunburn dapat terjadi dalam waktu singkat dan biasanya akan membaik dalam beberapa hari jika tidak terlalu parah.
2. Kulit kering dan penuaan dini
Paparan sinar UV juga dapat membuat kulit menjadi kering dan menyebabkan penuaan dini.
Kulit yang terkena sinar UV dalam waktu yang lama dapat kehilangan kelembapan alami dan elastisitasnya, sehingga menyebabkan keriput dan garis-garis halus pada wajah.
3. Katarak
Katarak adalah kondisi di mana lensa mata menjadi keruh dan menyebabkan penglihatan kabur.
Paparan sinar UV dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan resiko terkena katarak, terutama pada orang yang sering terpapar sinar UV dalam pekerjaannya atau dalam kegiatan di luar ruangan.
4. Kanker kulit
Paparan sinar UV dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit.
Paparan sinar UV dapat merusak DNA pada sel kulit, sehingga meningkatkan risiko terjadinya mutasi sel dan perkembangan sel kanker.
Kanker kulit yang paling umum adalah karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.
5. Gangguan sistem kekebalan tubuh
Paparan sinar UV dalam waktu yang lama dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga meningkatkan risiko terkena infeksi dan penyakit lainnya.
Dengan menjaga kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan, kita dapat menghindari dampak buruk dari paparan sinar UV dan menjaga kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.
Semua ini harus dijadikan perhatian dan kesadaran bersama dalam menghadapi cuaca panas dan radiasi ultraviolet di Indonesia.***