AYOJAKARTA.COM - Tinggal menghitung hari, umat Islam akan menjalan ibadah puasa.
Jika melihat dari kalender, puasa bulan Ramadan akan jatuh pada 1 Maret 2025.
Namun, beberapa orang kesulitan menjalankan ibadah puasa.
Sebab, mereka memiliki riwayat penyakit GERD atau asam lambung.
Istilah GERD merupakan kepanjangan dari Gastroesophageal Reflux Disease yang menandakan adanya gas berlebih di lambung akibat asam lambung tinggi .
Jangan khawatir karena meskipun demikian menjaga pikiran dan dengan penyesuaian khusus GERD atau asam lambung bisa diatasi.
Kamu tetap bisa menjalani puasa dengan nyaman dan aman dengan tips ini.
Berikut ada 5 tips ampuh yang dapat membantu penderita GERD atau asam lambung menjalankan puasa:
1. Disiplin Menjaga Pola Makan Sehat
Upayakan agar tidak makan banyak sekaligus dalam satu waktu dan harus ada jeda.
Kamu juga bisa membagi makanan menjadi beberapa porsi kecil agar mudah dicerna.
Makan sedikit pun tidak mengapa asal teratur, selama waktu berbuka dan sahur jaga asupan makanan.
Baca Juga: Hore! KJP Plus Tahap 1 2025 akan Segera Cair, Cek Status Penerima Bantuan di Sini
2. Mulai dengan Kurangi atau Hindari Minuman Berkafein
Minuman berkafein seperti misalnya kopi ataupun teh hijau dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Maka dari itu sebaiknya minum minuman tanpa kafein seperti air putih atau jus buah-buahan.
3. Pilih Makanan Apa Saja yang Tepat Untuk Kamu
Saat berbuka dan sahur nanti hindarilah makanan atau minuman yang bisa merangsang produksi asam lambung meningkat.
Seperti misalnya pada makanan pedas, makanan berlemak tinggi, makanan asam, dan minuman bersoda.
Sebaliknya agar selektif dalam memilih makanan, pilih makanan yang mudah dicerna.
Makan juga makanan yang mengandung serat tinggi serta karbohidrat kompleks, protein rendah lemak dan vitamin.
4. Jangan Menunda-nunda untuk Minum Dari Dokter
Jika kamu memiliki resep obat dari dokter untuk mengontrol asam lambung maka pastikanlah untuk minum sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
Usahakan agar kamu tidak menundanya dan jangan minum obat tanpa persetujuan ahli medis atau dokter.
5. Konsultasi Dengan Dokter atau Tenaga Medis
Penting sekali tentunya untuk berkonsultasi dengan dokter terkait permasalahan pada lambungmu.
Dokter atau tenaga medis akan memberikan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatanmu.***