AYOJAKARTA.COM - Ramadan merupakan salah satu bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam.
Bulan Ramadan adalah bulan agung, di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih dari seribu bulan.
Allah memerintahkan berpuasa pada siang hari di bulan Ramadan bagi yang telah dewasa, dan memberikan keringanan bagi mereka yang tidak mampu menjalankannya.
Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 185:
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
Sebagaimana disebutkan di atas wanita hamil maupun menyusui boleh tidak menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan ketentuan menggantinya di lain hari ketika dia telah mampu.
Namun bagi Anda yang sedang hamil jangan khawatir, Anda masih bisa menjalankan ibadah puasa, sebagaimana yang disampaikan dr. Keven Pratama Manas Tali, Sp.OG.
"Jadi untuk ibu-ibu hamil yang sedang hamil trimester pertama, kedua dan ketiga apabila kalian ingin melaksanakan ibadah puasa pada dasarnya adalah boleh-boleh saja," jelas dr. Keven, dilansir dari kanal YouTube Dokter Keven.
"Tetapi ada rambu-rambu yang ibu perlu diperhatikan," lanjutnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Kasus Tabrak Lari Selvi Amelia, Mahasiswi Unsur Jadi Korban Kecelakaan Mobil Audi A8?
Apakah nantinya bayinya kelaparan juga?
"Untuk para ibu yang sedang hamil, selain kondisi badan dirinya, yang harus diperhatikan adalah kondisi janin yang sedang dikandung," tutur dr. Keven yang menjalankan praktek di RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
"Pada saat puasa tentu ada asupan nutrisi atau kalori yang memang harus terpenuhi setiap harinya," tambahnya.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan itu menyampaikan harus memperhatikan asupan nutrisi harian ibu hamil, mulai dari bangun tidur sahur hingga saat berbuka nantinya.
Sebagai contoh minum minimal delapan gelas sehari.
Baca Juga: Road to Ramadhan 2023: Semua Hutang Puasa Bisa Dibayar Fidyah? Cek di Sini, 3 Kategori yang Bisa Bayar Fidyah!
Kemudian ia juga memberikan nasehat supaya rajin melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi ibu dan janin yang di kandungnya.
Hal ini untuk mengetahui apakah berat badan ibu mencukupi, atau ada mual muntah berlebihan maupun demam, serta bagaimana berat badan bayi dan air ketubannya.
Ibu juga harus memperhatikan apakah ada kontraksi atau tidak, dan juga apakah mengalami pendarahan selama kehamilan?
Selain hal-hal yang perlu diperhatikan di atas, ternyata puasa juga memberikan manfaat bagi ibu hamil.
Baca Juga: Anne Ratna Mustika Ulang Tahun ke 41, Unggah Foto Bunga Cantik Berisi Ucapan, dari Dedi Mulyadi?
Adapun manfaat puasa bagi ibu hamil antara lain:
- Menjaga metabolisme tubuh
- Menjaga berat badan terutama untuk ibu yang mempunyai berat badan berlebih.
"Karena kenaikan berat badan pada ibu hamil itu akan berbeda-beda setiap orangnya," tutur dr. Keven.
- Mengurangi resiko terjadinya diabetes pada saat hamil yang kita sebut dengan gestational diabetes.
"Jadi ada beberapa ibu hamil yang memiliki resiko tinggi untuk terjadinya kencing manis dalam kehamilan," kata dr. Keven
Baca Juga: Heboh! Venna Melinda Mendapat Perlakuan Kasar dari Ferry Irawan Saat Sedang Hamil, Cek Faktanya
- Menurunkan resiko penyakit jantung
"Seperti kita ketahui kalau misalnya terjadi obesitas atau kencing manis dalam kehamilan juga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung," ujar dr. Keven.
Selain beberapa manfaat berpuasa di atas, ternyata bagi beberapa ibu hamil, puasa juga bisa menimbulkan efek samping, seperti:
Ibu hamil bisa merasakan mual, pusing, dan lemas.
"Bagi ibu hamil yang merasakan gejala ini sebaiknya jangan memaksakan diri untuk berpuasa," nasehat dr. Keven.
Ia berpesan kepada ibu hamil untuk konsultasi terlebih dahulu ke dokter agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik. ***