AYOJAKARTA.COM - Penyakit kolesterol tinggi ternyata dapat memicu terjadinya beragam masalah kesehatan.
Salah satu penyakit yang diakibatkan kolesterol tinggi adalah penyakit arteri perifer atau peripheral artery disease (PAD).
Satu di antara pertanda terjadinya PAD di tubuh kita adalah dengan melihat adanya perubahan warna kulit pada kaki.
PAD terjadi ketika plak kolesterol di pembuluh darah menghambat aliran darah ke ekstremitas, seperti kaki.
Baca Juga: Bukan dengan Makanan, Ternyata Begini Cara Menurunkan Kolesterol Jahat yang Perlu Anda Ketahui!
Salah satu gejala awal dari PAD yang disebabkan oleh kolesterol tinggi adalah klaudikasio intermiten yang bisa memunculkan rasa nyeri, kram atau tak nyaman pada kaki dan bokong.
Klaudikasio intermiten merupakan rasa nyeri otot yang muncul saat kaki bergerak.
Rasa nyeri ini akan membaik setelah kaki istirahat.
Klaudikasio intermiten bisa muncul karena pembuluh darah di area kaki menyempit atau tersumbat akibat penumpukan plak di pembuluh darah.
Selain klaudikasio intermiten, gejala PAD juga bisa terlihat pada kulit kaki.
Pada orang dengan PAD, kulit kaki mereka bisa mengalami perubahan warna atau terasa nyeri bila disentuh.
"Nyeri, saat anda istirahat, merupakan tanda bahwa penyumbatan pembuluh darah yang anda (alami) sudah berat," jelas Hopkins Medicine, dikutip Ayojakarta.com dari Republika, Selasa (24/1/2023).
Perubahan warna kulit kaki pada orang dengan PAD bisa semakin terlihat bila kaki diangkat ke atas.
Menurut Hopkins Medicine, kulit kaki penderita PAD akan terlihat pucat saat diangkat tinggi, namun terlihat memerah setelah diturunkan.
Perubahan warna kulit pada tungkai atau kaki biasanya menandakan adanya aliran darah yang tak lancar karena pembuluh darah tersumbat.
Bila dibiarkan, kondisi ini dapat memunculkan masalah yang lebih serius.
Terbatasnya aliran darah ke kaki dapat membuat otot-otot di kaki kekurangan oksigen dan juga nutrisi.
Kondisi ini akan mendorong otot kaki untuk bekerja lebih keras.
Selain itu, USA Vascular Centers juga mengungkapkan bahwa aliran darah yang buruk akibat PAD dapat membuat pembuluh darah di dekat kulit menjadi pecah.
Aliran darah yang buruk juga bisa menyebabkan kerusakan atau bahkan kematian jaringan pada area yang terdampak.
Bila terus dibiarkan, gejala yang muncul akibat PAD bisa semakin buruk, menurut Cleveland Clinic.
Salah satunya adalah luka di area kaki menjadi sulit sembuh dan pada kondisi yang berat dapat diamputasi.
Kolesterol yang tidak terkontrol bisa menyebabkan terjadinya penumpukan plak di dinding pembuluh darah.
Penumpukan plak akan membuat pembuluh darah menjadi sempit dan aliran darah menjadi terbatas, termasuk aliran darah ke area kaki.
Terbatasnya aliran darah ke area kaki bisa menyebabkan terjadinya Critical Limb Ischaemia (CLI), yakni penyumbatan berat pada ekstremitas bawah.
Salah satu tandanya adalah kulit kaki menjadi kering dan perubahan kulit kaki ini biasanya disertai dengan beberapa gejala berikut:
1. Rasa nyeri seperti terbakar hebat pada kaki dan tak mereda meski sudah istirahat.
2. Kulit kaki menjadi lebih pucat mengkilat dan halus.
3. Luka dan borok pada kaki sulit sembuh.
4. Kehilangan massa otot kaki.
5. Kulit jari kaki dan tungkai bawah menjadi dingin serta kebas, berubah warna menjadi merah lalu hitam dan/atau membengkak dan mengeluarkan nanah berbau serta menyebabkan nyeri yang hebat atau gangren.
Artikel ini telah tayang pada laman Repbulika.co.id dengan judul Cara Deteksi Kolesterol Tinggi: Angkat Kaki dan Lihat Warna Kulitnya.***