AYOJAKARTA.COM – Saat ini menjaga kondisi agar tetap sehat dan bugar merupakan prioritas utama karena kesehatan mahal harganya.
Maka dari itu maka perlu dipastikan apakah kondisi tubuh kita dalam keadaan baik serta harus rajin memelihara kesehatannya.
Namun tanpa disadari walaupun sudah menjaga agar tetap sehat dan bugar tetap saja tubuh terserang penyakit, bahkan kadang penyakit itu pun susah untuk sembuhnya.
Baca Juga: Wajib Tahu! 4 Amalan yang Menjamin Rezeki Datang Sendiri! Begini Penjelasan Syekh Ali Jaber
Zaidul Akbar yang merupakan seorang dokter yang juga sebagai pendakwah islam, konsultan, dan praktisi pengobatan sunnah di Indonesia memberikan berbagai tips hidup lebih sehat.
Ia menerapkan jurus sehat dari Rasulullah, salah satunya yakni tentang waktu tidur yang tepat untuk menguatkan sistem imun tubuh.
“Saya pernah bilang waktu itu bahwa Rumah Sakit Islam, ya atau mungkin tenaga kesehatan islam itu ya harusnya gitu ya, menerapkan protokol tidurnya nabi,” ujar dr. Zaidul Akbar dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Penemuan Berfaedah, Jumat (20/1/2023).
Menurutnya nabi memberikan contoh, seperti melarang tidur ba’da subuh, tidurnya menjelang dzuhur atau sesudah dzuhur.
Tidur itu bermanfaat karena berhubungan dengan sistem saraf dan sistem organ. Hikmah nabi tidurnya ba’da isya secara umum dan tengah malam beliau bangun.
Zaidul Akbar menjelaskan bahwa hal tersebut berhubungan dengan aspek fisiologis manusia.
Sehingga untuk menguatkan sistem imun, metabolisme, sistem organ tubuh maka pasien di Rumah Sakit Islam yang degenerative dibangunkan malam disuruh sholat malam.
“Semua syariat yang Allah perintahkan pada baginda nabi SAW itu semuanya menyehatkan, tetapi kita tidak melakukannya untuk sehat,” ujar dr. Zaidul Akbar.
Ia juga menuturkan bahwa solusi untuk penyakit yang degeneratif yaitu dengan berpuasa, dan ini ada penelitiannya.
Menurut dr. Zaidul Akbar ada dua dokter di Amerika yang meneliti tentang diabetes, dan yang diterapi adalah orang yang telah memakai insulin sekian tahun.
Kemudian diterapi dengan pola pendekatan puasa, dan hasilnya insulinnya bisa di stop hanya mengatur pola makan, mengatur pola tidur, atur pola minum dan hal tersebut berhasil.
“Jadi memang tubuh kita sudah diset oleh Allah, untuk bisa memperbaiki dirinya sendiri,” tutur dr. Zaidul Akbar.
Namun yang menjadi masalah menurutnya yaitu tubuh tidak bisa mengobati karena generatornya sudah bermasalah.
Maksudnya jika bicara tentang tubuh manusia, konsep kesehatan dalam islam bukanlah fisik baru kemudian jiwa, melainkan dari dalam dulu baru keluar.
“Ketahuilah di dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging,” ujar dr. Zaidul Akbar.***