Sport

Shin Tae-yong Dipecat demi Ambisi Erick Thohir Bangkitkan 'Raksasa Tidur'?

Oleh: Admin Selasa 07 Jan 2025, 17:22 WIB
Apakah pemecatan Shin Tae-yong adalah komitmen Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang ingin membawa Indonesia kembali ke pentas Piala Dunia?

AYOJAKARTA.COM -- PSSI secara resmi mengumumkan pengakhiran kontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia Senior dan U-23. Keputusan ini diambil melalui evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim serta visi jangka panjang sepak bola Indonesia.

Dalam pernyataannya, PSSI mengucapkan terima kasih atas kontribusi Shin Tae-yong dalam membangun tim nasional dan berharap yang terbaik untuk kariernya di masa depan.

Menjadi pertanyaan besar, apakah langkah ini mencerminkan komitmen Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang bertekad membawa Indonesia kembali ke pentas Piala Dunia?

Sepak bola, yang menjadi olahraga paling dicintai di Indonesia, terakhir kali mengantarkan negara ini ke Piala Dunia pada tahun 1938, saat masih bernama Hindia Belanda.

Dari obrolan dengan media ternama internasional, Erick Thohir percaya bahwa dengan persiapan matang, mimpi besar tersebut dapat terwujud.

Dalam wawancara eksklusifnya dengan Reuters, Erick menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk masuk ke jajaran sembilan besar Asia.

Baca Juga: Penuh Kontroversi, Pelatih Baru Timnas Indonesia Patrick Kluivert Jadi Sorotan dengan Catatan Negatifnya

Dengan populasi besar dan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap sepak bola, ia optimistis target tersebut bisa tercapai. Bahkan, ia menyebut proyeksi peningkatan PDB per kapita hingga $30.000 pada 2045 sebagai peluang emas untuk meningkatkan kualitas sepak bola nasional.

“Banyak yang menyebut bahwa kami adalah raksasa tidur, dan inilah mengapa kami harus menciptakan program tentang bagaimana kami bisa menjadi lebih baik,” ujar Erick.

Salah satu strategi utama Erick adalah melibatkan diaspora Indonesia, khususnya pemain-pemain yang lahir dan mengembangkan karier di Eropa. Para pemain ini mulai bergabung dengan Tim Nasional, membawa semangat baru dalam skuad Garuda.

Menurut Erick, banyak pemain diaspora yang ingin kembali memperkuat tanah leluhur mereka karena faktor emosional dan kebanggaan keluarga.

“Mereka ingin kembali ke akar mereka karena itu sentimental bagi mama, papa, nenek, dan kakek mereka, dan inilah yang saya bawa kepada mereka, sebuah program yang baik dan mimpi yang ingin kami capai,” jelasnya.

Baca Juga: 4 Kandidat Pelatih asal Belanda yang Berpeluang Gantikan Shin Tae-yong

Namun, tantangan besar masih menghantui sepak bola Indonesia. Masalah seperti hooliganisme, pengaturan skor, dan tragedi di Malang pada 2022 menjadi penghalang yang harus diatasi.

Erick menegaskan bahwa reformasi menyeluruh telah dilakukan, termasuk bekerja sama dengan federasi Jepang untuk meningkatkan kualitas wasit dan membersihkan liga domestik dari berbagai praktik negatif.

“Jika kami memiliki lebih banyak klub yang fokus pada hal-hal mendasar, kami bisa mengembangkan talenta kami. Tentu saja, kami sedikit unik karena mencoba melakukannya dari puncak piramida ke bawah” tambah Erick.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Erick Thohir yakin Indonesia dapat bersaing di level dunia. Menurutnya, membangun sepak bola yang kompetitif memerlukan waktu, proses, dan kerja keras dari seluruh pihak terkait.

Baca Juga: Nama Pelatih Belanda Jadi Kandidat Kuat Latih Timnas Indonesia usai STY Dipecat

Menurutnya, mimpi untuk kembali ke Piala Dunia bukanlah sesuatu yang mustahil. Raksasa tidur ini pasti akan bangkit. Meskipun publik ragu apakah pemecatan Shin Tae-yong termasuk Langkah yang bijak dalam prosesnya.

Reporter Admin
Editor Aris Abdulsalam