AYOJAKARTA.COM - Tragedi kericuhan dalam pertandingan sepak bola Persebaya VS Arema masih menyisakan duka mendalam bagi semua orang.
Tragedi kerusuhan suporter ini awalnya dipicu karena kekalahan Arema dari lawannya yakni Persebaya.
Hal tersebut kemudian memancing kemarahan dari suporter Arema yang disebut Aremania.
Baca Juga: Pasca Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Orang, Joshua Suherman: Ayo Usut!
Diinformasikan kronologi kejadian diawali saat suporter Aremania memaksa masuk ke dalam lapangan.
Kemudian mereka melempari para pemain dengan botol dan barang-barang lain.
Atas hal itu para pemain kemudian diamankan ke dalam kamar ganti stadion.
Namun kericuhan makin menjadi yang kemudian menyebabkan petugas keamanan yang merupakan gabungan dari TNI dan Polri mulai kewalahan menangani suporter.
Hal tersebut yang kemudian menjadi alasan petugas keamanan menyemprotkan gas air mata.
Namun sangat disayangkan, akibat dari semprotan gas air mata tersebut banyak para penonton yang menjadi korban sampai meninggal.
Baca Juga: Beredar Video Diduga Suporter Arema Lempar Batu ke Bus Persebaya, Ini Tanggapan Warganet!
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Tv One News pada Senin (3/10/2021), salah seorang penonton yang selamat menuturkan bagaimana kondisi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan saat itu.
Penonton tersebut bernama Refan asal Malang, Jawa Timur.
Refan menceritakan bahwa ia menonton pertandingan tersebut bersama dua temannya yang lain.
Namun nahas, salah satu temannya yang bernama Kaka Wida ikut menjadi korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan tersebut.
Refan menuturkan bahwa saat ditembakkan gas air mata para penonton kesulitan untuk menyelamatkan diri karena kondisi pintu stadion yang masih dikunci.
“Pintu keluar masuk stadion itu masih dikunci jadi kita berdesakan, ada yang sesek,” tutur Refan.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Gabungan Suporter Sepak Bola Indonesia Gelar Aksi Nyalakan Lilin dan Doa Bersama
Tidak hanya itu, menurut penuturan Refan, gas air mata ternyata juga ditembakkan dari luar stadion.
“Terus setelah keluar langsung ditembak. Kita keluar pintunya dibuka keluar langsung ditembak," jelas Refan menceritakan kondisi kepanikan saat itu.
Bahkan Refan menyaksikan sendiri banyak anak kecil yang juga meregang nyawa akibat dari semburan gas air mata yang ternyata juga disemprotkan ke arah tribun penonton.
“Itu gas air mata di tribun juga”, jelas Refan.
“Terus di situ banyak anak kecil yang di depan mata saya meninggal,” pungkasnya.***