AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 127 Orang meninggal dalam kerusuhan suporter pertandingan Arema FC v Persebaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Kerusuhan ini terjadi tak lama setelah wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan Arema FC vs Persebaya.
Data 172 orang yang meninggal pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, dua di antaranya merupakan petugas kepolisian.
Berikut ini penyebab kerusuhan suporter Arema FC vs Persebaya yang dijelaskan pada Konferensi Pers Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, Minggu (2/20/2022).
Nico Arfina membeberkan, pemicu kericuhan diduga rasa kekecewaan sejumlah suporter Arema terhadap hasil dari pertandingan Arema vs Persebaya dengan skor akhir 3-2.
“Permasalahan terjadi pada saat telah selesai terjadi kekecewaan dari para penonton yang dimana tidak pernah kalah setelah 23 tahun bertanding di kandang sendiri, namun pada malam ini mengalami kekalahan,” ucap Nico.
“Rasa kekecewaan itulah yang menyebabkan para suporter turun ke tengah lapangan dan berusaha mencari para pemain untuk melampiaskan kenapa sampai kalah,” lanjut Nico.
Nico menjelaskan, para petugas sudah mencoba memberikan imbauan kepada suporter Arema FC vs Persebaya, namun cara itu tidaklah berhasil.
“Upaya pencegahan sampai dilakukan gas air mata karena sudah merusak mobil (polisi) dan akhirnya gas air mata disemprotkan,” tuturnya kembali.
Hingga akhirnya ribuan Aremania yang berada di tribun panik dan keluar melewati pintu 10 dan 12 hingga terjadi penumpukan.
“Di saat proses penumpukan itu terjadi berdesakan sesak napas dan kurang oksigen. Tim gabungan melakukan upaya pertolongan dan evakuasi ke Rumah Sakit,” ujar Nico.
Kapolda Jawa Timur juga menjelaskan bahwa tidak semua penonton yang hadir bersikap anarkis.
“Dari 40.000 penonton yang hadir, kurang lebih tidak semuanya anarkis tidak semuanya kecewa, hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan yang masuk turun ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya tetap mereka yang di atas,” kata Nico Afinta.
Dari kejadian itu mengakibatkan 34 orang meninggal di dalam Stadion Kanjuruhan dan belum sempat dilarikan ke rumah sakit.
Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan Tewaskan 127 Orang, Juragan 99 Posting Pita Putih
Sementara 94 orang lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Saat ini terdapat 180 orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit.
“Masih ada 180 orang yang masih dalam proses perawatan. Tadi beliau (Bupati Malang) melakukan pengecekan langsung oleh kami, dan terkait dengan upaya-upaya penyembuhan pada yang sedang dirawat,” tegasnya.
PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi menghentikan Liga 1 2022-2023 hingga sepekan ke depan.***