TEBET, AYOJAKARTA -- Salah satu legenda bulu tangkis Indonesia, Richard Mainaky, memutuskan untuk pensiun sebagai kepala pelatih sektor ganda campuran PBSI. Richard akan resmi mengundurkan diri sebagai bagian dari Tim Indonesia mulai 27 September mendatang.
Dia mengatakan, alasannya pensiun adalah karena faktor keluarga. Richard membeberkan selama sibuk melatih di PBSI, dia hanya sedikit mempunyai waktu untuk keluarganya di rumah.
Maka dari itu, setelah ini dia akan memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Manado. Di kampungnya, Richard mengaku sudah membangun sebuah rumah dan restoran sebagai bisnisnya.
Dia membeberkan kunci suksesnya dalam melatih untuk melahirkan legenda-legenda bulu tangkis Indonesia yang penuh dengan prestasi. Setidaknya, ada lima kunci kesuksesan yang ditanamkan Richard ketika menjadi pelatih.
"Yang pertama disiplin, itu yang banar saya tanamkan. Lalu komitmen, tanggung jawab, dan kerja keras. Juga harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi," ujarnya dalam keterangan resminya melalui Tim Humas PBSI, Senin 13 September 2021.
"Sebagai contoh, bila kita program jam tujuh, saya sudah sampai jam enam. Itu yang saya lakukan sejak tahun 1996," lanjutnya.
Semenjak bergabung dengan PBSI pada tahun 1995, Richard membawa banyak perubahan yang signifikan, khususnya sektor ganda campuran yang dahulu sempat dianaktirikan.
Berbagai prestasi telah ditorehkan dari tangan dinginnya kepada anak-anak asuhnya. Sebut saja sederet gelar-gelar All England, Kejuaraan Dunia, hingga emas olimpiade.
Richard juga menjadi bidan lahirnya bintang-bintang hebat macam Tri Kusharjanto, Minarti Timur, Flandy Limpele, Vita Marissa, Nova Widianto, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Debby Susanto hingga Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti.