Sport

Olimpiade Tokyo 2020: Soal Gagalnya Pemain Andalan Rebut Medali, Ini Kata PBSI

Oleh: Admin Selasa 03 Agu 2021, 16:44 WIB
Ilustrasi (Badmintonindonesia.org)

TEBET, AYOJAKARTA -- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PP PBSI) Rionny Mainaky merasa bangga sekaligus bersyukur atas pencapaian tim bulutangkis Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Skuad Garuda berhasil mempertahankan tradisi medali emas lewat raihan pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, juga satu medali perunggu dari torehan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.

"Puji Tuhan target kami mempertahankan medali emas tercapai. Juga dapat satu medali perunggu," ucap Rionny dalam keterangan resmi lewat Tim Humas dan Media PP PBSI, Selasa 3 Agustus 2021.

Namun, raihan medali emas tersebut di dapat dari sektor yang tidak dibidik untuk meraih emas. Awalnya, PBSI menargetkan sektor ganda putra dan ganda campuran untuk meraih emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Hal itu dikarenakan pada edisi olimpiade sebelumnya, yaitu Olimpiade Rio 2016, sektor ganda campuran berhasil meraih medali emas lewat wakilnya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. PBSI berharap, emas di ganda campuran tetap berlanjut lewat wakilnya di Olimpiade Tokyo 2020, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Kemudian di sektor ganda putra, Indonesia diwakili dua pemain teratas dunia yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Keduanya ditarget dapat memperebutkan medali emas karena dua pasangan merupakan unggulan 1 dan 2 di Olimpiade Tokyo 2020. 

Harapan dan target tersebut pupus setelah Kevin/Marcus terhenti di babak quarterfinals dan Ahsan/Hendra harus puas berada di posisi 4 tanpa medali. Selain itu, Praveen/Melati yang bertatus sebagai unggulan 4 juga kandas di babak quarterfinals

PBSI menanggapi hal tersebut. Rionny mengatakan pemain-pemain yang diandalkan meraih medali karena adanya beban dan tekanan yang tidak dapat dikontrol oleh pemain.

"Kalau dilihat pemain-pemain andalan ada yang tampil kurang maksimal. Saya paham sekali, ini karena beban dan tekanan yang tidak bisa mereka handle. Ke depan kami akan mencari cara untuk bisa mengatasi hal-hal tersebut," papar Rionny.

Dia menuturkan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap hasil Olimpiade Tokyo 2020 setelah seluruh kontingen kembali melakukan aktivitasnya. Dia menggarisbawahi evaluasi fisik yang juga menjadi pekerjaan rumah.
Reporter Admin
Editor Husnul Khatimah