CIPAYUNG, AYOJAKARTA -- Pebulutangkis Indonesia spesialis ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja tersingkir dari ranking 8 besar Race to Tokyo 2020. Hal ini karena pasangan yang berada di bawahnya, Marcus Ellis/Lauren Smith asal Inggris berhasi meraih posisi runner-up di European Badminton Championships 2021.
Poin yang dimiliki oleh Hafiz/Gloria dan Ellis/Smith hanya berbeda tipis. Ini yang mengakibatkan dua pasangan ini harus saling sikut-menyikut.
Sebelum Ellis/Smith berhasil masuk final di European Badminton Championship 2021 yang juga menjadi turnamen perhitungan poin olimpiade, pasangan tersebut mempunyai poin 59.868. Sedangkan poin milik Hafiz/Gloria saat itu yakni 60.851.
Kini, dua turnamen sisa yang terhitung dalam poin olimpiade hanya Malaysia Open dan Singapura Open. Namun sayangnya, BWF resmi menunda turnamen Malaysia Open karena peningkatan kasus Covid-19 di negeri jiran itu.
Hanya tersisa Singapura Open bagi pemain-pemain yang masih memperjuangkan tiket ke Tokyo pada Juli nanti. Salah satunya adalah Hafiz/Gloria.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky, menaruh harapannya kepada Hafiz/Gloria agar dapat berjuang maksimal dan mati-matian di Singapura Open. Dia berharap agar turnamen tersebut dapat terlaksana di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Singapura akhir-akhir ini. Singapura Open 2021 direncanakan berlangsung pada 1 hingga 6 Juni 2021.
Saat ini di sektor ganda campuran bulu tangkis Indonesia, hanya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang memastikan diri untuk menjadi wakil Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. PBSI berharap Indonesia dapat mengirimkan satu lagi wakilnya melalui Hafiz/Gloria.
"Saya berharap Hafiz/Gloria bisa berjuang maksimal, mati-matian di Singapura nanti. Karena hanya di sana kesempatannya. Semoga turnamennya bisa dilaksanakan dan mereka bisa lolos ke Olimpiade," ujar Rionny dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.
"Tadi saya sampaikan, dengan tersisa satu turnamen sebelum Olimpiade, maka sebenarnya tidak cukup untuk turnamen pemanasan. Maka dari itu saya akan mengadakan pertandingan simulasi setiap sektor sebagai ajang uji coba. Termasuk nanti rencananya tim Olimpiade akan menjalani karantina di pelatnas dengan latihan yang terpisah," lanjutnya.