BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono mengatakan, pihaknya saat ini masih menantikan kejelasan format baru yang akan diterapkan andai kompetisi Liga 1 2020 kembali bergulir.
Bukan tanpa alasan, format baru ini bakal menjadi pedoman klub untuk melakukan pembaruan atau penyesuaian kontrak bagi pemain hingga pelatih.
AYO BACA : Pelatih Persib Pertanyakan Opsi Penghapusan Degradasi dan Promosi
Bila kompetisi dilanjutkan pada September, kemungkinan Liga 1 2020 akan berlangsung hingga April atau Mei 2021. Namun masalahnya, tidak sedikit pemain yang memiliki kontrak hingga Desember 2020 atau Februari 2021, sesuai dengan jadwal akhir musim kompetisi 2020 sebelum terjadi pandemi Covid-19.
"Misal kompetisi mulai September tapi formatnya seperti apa? Selesainya kapan? Soal komersial dengan sponsor gimana? Kontrak dengan pemain? Itu semua berhubungan ke situ. Jadi jangka waktu kompetisinya sampai kapan, itu yang jadi pertanyaan sebenernya," kata Teddy saat wawancara digital bersama awak media, Rabu (10/6/2020).
AYO BACA : Liga 1 Tanpa Degradasi, Begini Tanggapan Eks Striker Persija
Sebelumnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah mengusulkan agar kompetisi dilanjutkan pada September 2020. Dari opsi tersebut, muncul pula beberapa poin spesifik, yakni Liga 1 bisa dimulai bulan September atau Oktober, nominal penambahan subsidi, pertandingan sipusatkan di Pulau Jawa, hingga penghapusan konsep degradasi dan promosi.
Kendati demikian, berbagai usulan tersebut belum menjadi keputusan akhir dalam menentukan jadwal kick-off liga. Sebagai induk organisasi sepak bola Tanah Air, PSSI pun baru berencana kembali mengagendakan rapat pada 13 Juni 2020 untuk menentukan keputusan akhir nasib kompetisi tersebut.
Teddy juga mengakui, banyak variabel yang harus menjadi perhatian seandainya Liga 1 akan dimulai lagi pada September. Sebab hal itu terkait dengan kelangsungan kerja sama antara pemain dan klub. Karenanya kata Teddy, hal tersebut membuat manajemen Persib masih hati-hati dalam mengambil keputusan untuk menentukan masa depan tim.
"Kita sulit untuk bergerak tanpa mengetahui jadwalnya mulai kapan, selesai kapan? Jadi sekarang gak tahu, tergantung dari kompetisinya selesainya kapan kalau memang September jadi bergulir. Kalau misalnya formatnya bukan full kompetisi artinya kan jadi berbeda waktunya. Jadi variabelnya sangat banyak, saat ini tidak bisa diputuskan," ujarnya. (Eneng Reni)
AYO BACA : PSIS Semarang Minta PSSI Tanggung Biaya Jika Kompetisi Dilanjutkan