Sport

PSSI Setujui RUPS LIB, Ini Respons Komisaris Persib

Oleh: Admin Kamis 14 Mei 2020, 11:56 WIB
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Umuh Muchtar (Ayobandung.com/Eneng Reni)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi telah mendapat izin dari PSSI untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa. PSSI dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Selasa (12/5/2020) malam menyepakati RUPS Luar Biasa PT LIB akan digelar pada Senin, 18 Mei 2020.

Sebelumnya, sejumlah klub Liga 1 2020 mengirimkan surat kepada PSSI terkait desakan agar PT LIB menggelar RUPS Luar Biasa. Mayoritas klub menyetujui RUPS Luar Biasa diselenggarakan untuk membicarakan kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020 di tengah situasi pandemi Covid-19.

Menyikapi hal ini, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Umuh Muchtar merespons positif keputusan PSSI tersebut. Lantaran saat ini para peserta klub kompetisi membutuhkan kepastian soal kompetisi yang tertunda imbas pandemi virus corona.

"RUPS akan bahas masa depan kompetisi. kompetisi bagaimana? Regulasi bagaimana? Keuangan dapat dari mana? Klub harus tahu. Karena (PT LIB) milik klub, ada komisaris juga. Kalau bergulirkan, tidak menganggu lagi untuk pertandingan," kata Umuh melalu sambungan telepon, Kamis (14/5/2020). 

AYO BACA : Jumat Lusa, PSSI Pertimbangkan Saran PT LIB Setop Liga 1 dan Liga 2

Tak hanya itu, RUPS Luar Biasa juga akan mendiskusikan perihal subsidi kepada klub yang kini bermasalah. Seperti diketahui pada awal kompetisi, PT LIB menjanjikan dana subsidi sebesar Rp5,2 miliar kepada klub-klub Liga 1 dan Rp2,5 miliar untuk klub Liga 2 yang bakal dibayarkan dalam sepuluh termin pembayaran.

Namun, imbas pandemi Covid-19 yang menghentikan sementara kompetisi, membuat PT LIB berencana melakukan pemotongan subsidi. PT LIB, lewat surat bernomor 187/LIB-COR/V/2020, yang dikirimkan kepada PSSI, mengajukan untuk melakukan pemotongan subsidi klub Liga 1 dari Rp520 juta menjadi Rp350 juta. Sementara untuk klub peserta Liga 2, dipangkas pembayarannya dari Rp250 juta, menjadi Rp100 juta. 

Padahal PSSI melalui surat bernomor 1098/UDN/135/V-2020, yang ditandatangani Plt sekjen PSSI Yunus Nusi, PSSI menginstruksikan agar PT LIB tetap membayarkan subsidi klub tanpa pemotongan. Oleh sebab itu, Umuh meminta dalam RUPS Luar Biasa nanti, PT LIB juga terbuka mengenai dana keluar dan masuk terutama dari para sponsor. 

"(PSSI setujui RUPS) jelas, karena RUPS ini harus meyakinkan dulu, menjelaskan kepada tim. Pemasukan berapa? pengeluaran berapa? Nanti uang itu ke mana-mananya klub harus tahu," kata Umuh.

AYO BACA : Tim Liga 1 Beri Masukan PT LIB Batalkan Kompetisi Musim 2020

Apalagi Umuh menyampaikan, klub memang memiliki hak untuk meminta kepada PT LIB menggelar RUPS Luar Biasa secara transparan. Pasalnya 18 klub Liga 1 atau 99% pemegang saham sudah sepakat mengambil sikap. Selanjutnya, PSSI sebagai pemegang 1% saham akhirnya menyampaikan surat kepada PT LIB untuk melaksanakan RUPS.

"Karena ini kan milik klub 99%, bukan perorangan dan PSSI juga, dan ini hak (klub). Seperti PT LIB mau menyelanggarakan atau mendapat uang bantuan dari mana, harus ada keterbukaan. Uang masuk dari sponsor mana, terus dipakai apa? rinciannya harus jelas," katan Umuh.

Di sisi lain, sesuai permintaan dari para pemegang saham, RUPS Luar Biasa harus dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. 

Berdasarkan Ayat 5 Pasal 79 undang-undang itu menyatakan bahwa "Direksi wajib melakukan pemanggilan RUPS dalam jangka waktu paling lambat 15 (lima belas) hari terhitung sejak tanggal permintaan penyelenggaraan RUPS diterima". 

Artinya, pelaksanaan RUPS luar biasa tanggal 18 Mei 2020 masih dalam koridor aturan yang berlaku. Umuh juga menegaskan, dalam RUPS Luar Biasa nanti, harus ada kejelasan dan transparansi yang dihasilkan.

"Harus profesional, di LIB itu harus yang profesional yang mengerti organisasi. Itu kuncinya dan syarat utama," ujarnya. (Eneng Reni)

AYO BACA : Bikin Bangga, Gelora Bung Karno Jadi Stadion Terfavorit di Asia Tenggara Versi AFC

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono