JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Luis Leeds merupakan pembalap diaspora Indonesia yang mendapatkan tawaran kontrak untuk bergabung bersama Williams F1 Team, yang merupakan salah satu tim balap paling sukses dalam sejarah pagelaran Formula 1.
Kontrak antara Luis dengan Williams harus diterima sebelum tanggal 1 Desember 2019. Namun sayangnya setelah mendapat persetujuan mantan Menpora Imam Nahrawi, kontrak untuk Luis terkendala sponsorship Indonesia yang hingga saat ini masih belum keluar.
Australia akhirnya menarik dukungan untuk Luis. Ia ketinggalan 52 hari latihan, sementara tim-tim top di F1 terus mencarinya untuk latihan.
"Selain itu, pihak Williams F1 Team menyatakan bahwa kontrak antara Luis dengan Williams harus diterima sebelum tanggal 1 Desember 2019. Kalau ini tidak dipenuhi, maka untuk jangka waktu pendek peluang Luis untuk bertanding di F1 mewakili Indonesia akan praktis hilang," ujar Luis melalui keterangan tertulis yang diterima Ayojakarta, Minggu (24/11/2019).
Luis mengaku sangat mengapresiasi dukungan pemerintah, sebagaimana disampaikan Menteri Pemuda & Olahraga Zainudin Amali kepada Luis Leeds dalam pertemuan Selasa (19/11/2019) lalu.
Akan tetapi, ia pun berharap pemerintah segera memfasilitasi proses agar dirinya menerima dukungan yang konkret, baik dari pihak BUMN dan/atau swasta.
"Imbauan ini sangat urgen sifatnya karena deadline penentuan kontrak Williams dengan Luis adalah 1 Desember 2019, satu minggu lagi. Kesempatan untuk bergabung bersama Tim F1 Williams sangatlah langka dan akan memastikan kehadiran berkelanjutan Indonesia di Formula 1," paparnya.
Terlebih kata dia, Presiden Joko Widodo dalam pidato 'Visi Indonesia', Minggu (14/7/2019) malam telah menyerukan agar potensi diaspora harus dimanfaatkan untuk pembangunan bangsa. Jokowi juga telah berulang kali menyerukan para Diaspora Indonesia untuk kembali pulang dan berkarya di tanah air.
"Luis dengan hormat mengharapkan Presiden Jokowi dapat mendukung kiat Luis Leeds sebagai atlet Diaspora Indonesia yang berprestasi demi bangsa dan negara," pintanya.
"Sekali lagi, Luis berharap situasi ini dapat segera ditangani oleh pihak-pihak terkait sebelum tenggat waktu yang ditentukan, yaitu 1 Desember 2019," tandasnya.
Luis pernah menjadi anggota Tim Formula 1 Redbull dengan menorehkan berbagai prestasi di ajang balap internasional seperti 19 perolehan podium di ajang balap F4 dari 20 pertandingan yang di mana sembilan diantaranya merupakan posisi pertama. Ia juga keluar di peringkat ke-4 di ajang World-Cup tahun ini.
Tak hanya itu, Luis sebagai berkewarganegaraan ganda akan memilih Indonesia saat ia berusia 21 tahun atau dua tahun lagi.
Tawaran kontrak untuk bergabung bersama Williams F1 Team, salah satu tim balap paling sukses dalam sejarah pergelaran Formula 1, dalam Williams Driver Academy.
Pencapaian ini membuat Luis menjadi pembalap berdarah Indonesia pertama dan satu-satunya yang akan berkompetisi di bawah naungan Williams F1 team, yang juga telah menaungi pembalap-pembalap terkenal lainnya, seperti Ayrton Senna, Alain Prost, Clay Regazzoni, Juan Pablo Montoya, Keke Rosberg, Jacques Villeneuve, Damon Hill, dan Nigel Mansel.