AYOJAKARTA.COM – Pebulu tangkis ganda putra Pramudya Kusumawardana dan Yeremia Rambitan akhirnya berpisah.
Pasalnya, Pramudya atau kerap disapa Pram memutuskan untuk berhenti dari Pelatnas PBSI karena ingin fokus pada pendidikan.
Diketahui, Pram memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di negeri kanguru, yakni Australia.
Keputusan Pram untuk berhenti tentu tidak mudah bagi Yere karena harus kehilangan partnernya.
Tentu Yere harus mencari partner baru untuk mengisi posisi Pram setelah mundur.
Setelah Pram mengumumkan untuk mundur dari Pelatnas PBSI, Yeremia atau Yere menuliskan pesan haru untuk partnernya itu.
Pesan haru yang ditulis untuk Pram dibagikan Yere melalui akun Instagram @yeremia_rambitan pada Senin, 18 Desember 2023.
“Thank u bestie atas perjuangan yang udah kita lalui bersama. Maaf kalo gue gak jago berkata-kata,” tulis Yere dikutip pada Selasa, 19 Desember 2023.
Baca Juga: Prinsip dan Tahapan Seleksi SNBP Tahun 2024, Salah Satunya Perhatikan Pilihan Program Studi
Dalam unggahannya, Yere mendoakan serta mengucapkan terima kasih atas semua momen yang telah mereka lewati bersama.
“Pokoknya semoga lu sukses dimana pun lu berada dan maafin gue kalo selama ini gue ada nyakitin lu atau buat salah sama lu,” ujarnya.
“Satu hal yang perlu lu tau setiap momen yang kita lalui selama ini membuat gue bisa berada di posisi saat ini. See u on the top,” sambungnya.
Sebelumnya, keputusan Pram untuk mengundurkan diri disampaikan langsung dalam video Intimate Talk with Pramudya Kusumawardana yang tayang di kanal YouTube Badminton Indonesia.
Pram mengungkapkan ada beberapa alasan yang membuat dirinya memutuskan untuk gantung raket yang di antaranya karena ingin fokus pada pendidikan.
“Mental health saya dalam kondisi yang tidak bagus dan ini sudah berefek ke dalam day to day life saya. Jadi saya harus mengistirahatkan diri saya sebentar yang di mana akan mengganggu agenda PBSI dan orang-orang yang bekerja sama dengan saya,” ungkap Pram.
Pram menjelaskan dirinya sangat mementingkan pendidikan, maka dari itu ia akan melanjutkan studi dengan mengambil program Sport Science and Sport Psychology.
“Saya juga masih mementingkan pendidikan. Sebagian orang sudah tahu saya akan mengambil studi Sport Science and Sport Psychology. Saya ambil studi di luar karena sistem di Indonesia belum men-support kuliah dan menjadi atlet profesional,” ujarnya.***