Sport

Erick Thohir Temui FIFA Bawa Proposal Garuda Emas Urus Misi Penting Soal Piala Dunia U-17? PSSI: Mudah-mudahan

Oleh: Linda Wati Rabu 05 Apr 2023, 18:28 WIB
Erick Thohir Temui FIFA

AYOJAKARTA.COM -- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir kembali menemui Presiden FIFA Gianni Infantini di Zurich, Swiss.

Erick Thohir kembali bertemu FIFA dengan membawa propsosal garuda emas.

Hal itu disampaikan oleh Arya Sinulingga, Anggota Komite Eksekutif PSSI terkait pertemuan antara Erick Thohir dengan Presiden FIFA.

Baca Juga: Temui Presiden FIFA Lagi, Ini yang Erick Thohir Bawa untuk Harapan Sepak Bola Indonesia, Apa Itu?

Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Kompastv pada Rabu, 5 April 2023, proposal Garuda Emas yang dibawa Ketua Umum PSSI berisikan transformasi sepak bola Indonesia.

PSSI berharap agar FIFA dapat melihat keseriusan Indonesia dalam mereformasi Sepak bola Indonesia.

“Jadi Pak Erick bersama kita semua menyiapkan proposal yang namanya Garuda Emas itu yang kita sodorkan ke FIFA, mudah-mudahan FIFA melihat bahwa kita Indonesia memang serius untuk lakukan reformasi,” ujarnya.

Arya Sinulingga mengungkapkan bahwa Sepakbola Indonesia tidak memiliki harapan yang muluk-muluk. Tetapi memiliki target yang jelas.

Baca Juga: Erick Thohir ke Eropa Untuk Lobi FIFA Bawa ‘Garuda Mendunia’, Kode Piala Dunia U-17 Dibawa ke Indonesia?

“Nggak muluk-muluk, tapi ada timeline target jelas, karena FIFA tahu, mana yang muluk-muluk, mana yang nggak mungkin dikakukan, mana yang main-main sehingga target kita itu sekarang,” kata Arya.

Sementara itu, FIFA telah mencoret Peru sebagai tuan rumah Piala Dunia U 17.

Pencoretan Peru sebagai tuan rumah pun membuat munculnya adanya harapan masyarakat untuk Indonesia dapat menggantikannya sebagai tuan rumah.

Baca Juga: Peru Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U17, Bisakah Indonesia Gantikan? Begini Sinyal dari Erick Thohir!

Namun terkait harapan tersebut, Arya Sinulingga mengungkapkan tidak ingin berandai-anda dan memberikan harapan semu kepada masyarakat Indonesia.

Sebab pencoretan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 kemarin pun bisa berdampak pada pemberian sanksi berat oleh FIFA.

“Hukuman kita bisa berat lho, karena kita melakukan intervensi,” ujarnya.

“Jadi masalah intervensi dan diskriminasi itu menjadi suatu prinsip, jadi saya nggak mau berandai-andai bahwa kita akan begini, ah udahlah,” pungkasnya. ***(Linda Wati)

Reporter Linda Wati
Editor Wahyu Vitaarum