AYOJAKARTA.COM -– Kekecewaan publik begitu menyeruak, karena dalam waktu dekat seharusnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Sayangnya, event besar Piala Dunia U-20 yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia harus dibatalkan oleh FIFA.
Banyak dugaan batalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 terkait ada tokoh-tokoh besar yang menolak Timnas Israel untuk bertanding.
Salah satu tokoh yang menolak tersebut yakni Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Penolakan ini kemudian membuat publik geram, bahkan Timnas Piala Dunia U-20 merasa dirugikan.
Alasan Indonesia gagal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube TV One News pada Sabtu, (1/4/2023), Pengamat Sepak Bola, Tommy Welly menyebut alasan gagalnya jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Baca Juga: Waduh! Erick Thohir Ungkap Kemungkinan Sanksi Berat FIFA kepada Indonesia Namun Berharap...
Awalnya ia menjelaskan bahwa ada panitia yang mengatur even besar ini.
“Dalam FIFA U-20 kan ada panitia Nasionalnya yang berdasarkan Kepres No 19 2020 kalau gak salah, panitia nasional yang namanya INAFOC, disamakan kementerian ketuanya Menpora yang terdahulu, berartikan semuanya dikerjakan di sana,” kata Tommy Welly.
Tommy Welly yang biasa disapa Bung Towel menyebut bahwa pasti ada campur tangan politik.
“Lalu apakah bisa berubah? hasilnya ya pasti ada politik kan Kemenlu menyatakan tidak ada relasi hubungan dalam segala aspek, lalu nanti kita bicara konstitusi,” ungkap Bung Towel.
Sehingga menimbulkan pro kontra di masyarakat hingga saat ini.
“Akhirnya yang ribut publik, masalah bawah, ada yang menerima Israel, menolak seolah-olah pro dengan konstitusi kan tidak sehat juga, poin nya bukan itu,” tutur Bung Towel.
Lebih lanjut Bung Towel menegaskan ketika ada event besar berarti negara harus mempersiapkan semua hal.
Menurutnya bukan karena penolakan Israel menjadi gagalnya jadi tuan rumah Piala Dunia U-20, melainkan Negara belum siap.
“Ketika Negara menginginkan even selevel Piala Dunia maka menurut saya hal-hal yang diperlukan bisa disiapkan,” tegas Bung Towel.
“Jadi bisa dikatakan bahwa kita sebenarnya Negara, pemerintah tidak siap ternyata untuk event olahraga sebesar Piala Dunia karena ada hal-hal yang maju kena mundur kena nanti disitu,” pungkas Bung Towel.***(Winna Anaziah)