AYOJAKARTA.COM – Lionel Messi tampil cemerlang saat Argentina mencetak dua gol dan mengeksekusi penalti dalam kemenangan adu penalti 4-2 atas Prancis di final Piala Dunia 2022.
Messi mengukir namanya menjadi cerita rakyat Piala Dunia setelah memecahkan banyak rekor selama waktunya di Timur Tengah, tepatnya di Qatar.
Pemain berusia 35 tahun itu bisa dibilang mengokohkan statusnya sebagai pemain terhebat sepanjang masa setelah memimpin negaranya.
Bagaimana tidak. Bersama Messi, Argentina meraih kemenangan Piala Dunia pertama mereka sejak 1986.
Lionel Messi disambut dengan Guard of Honour saat kembali berlatih bersama klubnya, Paris Saint-Germain.
Seperti dilansir laman surabaya.suara.com dan sportsmole.co.uk yang mengutip akun Instagram @psg, Guard of Honour diberikan setelah Messi mendapatkan cuti setelah tampil di Piala Dunia 2022 dan sebelum memulai latihan bersama para rekannya.
Pemain hingga staf PSG, berbaris dan bertepuk tangan untuk memberikan Lionel Messi Guard of Honour.
Setelah diberi selamat oleh rekan satu timnya di dalam gedung, Messi berjalan melewati tepuk tangan dengan senyum berseri-seri sebelum diberikan piala oleh penasihat klub Luis Campos.
Hal ini membuat suka cita piala dunia 2022 kembali hadir di kanal media sosial milik PSG.
Banyak komentar warganet yang ikut bereuforia atas momen tersebut.
Beberapa warganet juga memepertanyakan posisi keberadaan penyerang timnas Prancis dan Maroko, Kylian Mbappe dan Achraf Hakimi saat Guard of Honour.
Memang, Guard of Honour yang diberikan PSG untuk Lionel Messi tidak menangkap sosok Hakimi dan Mbappe yang ikut berdiri dan memberi tepuk tangan.
Hal ini dikarenakan mereka sedang mendapatkan cuti secara bersamaan dari manager PSG, Christophe Galtier.
“Hakimi dan Mbappe akan mendapat libur beberapa hari,” kata Galtier.
Sebelumnya, tim asuhan Galtier ini terpaksa menerima pil pahit kekalahannya bersama anak asuhannya, tanpa Messi dan juga Neymar yang masih diskors, dengan skor 1-3 saat melawan Lens.
Tentu saja, Paris Saint Germain masih unggul empat poin atas Lens. Tetapi rekor tidak terkalahkan pada akhirnya harus pecah.***