Sport

Piala Dunia Qatar 2022 : Maroko Menorehkan Sejarah, Warga Indonesia Wajib Tahu!

Oleh: Imam Safangat Selasa 13 Des 2022, 15:27 WIB
Piala Dunia Qatar 2022 : Maroko Menoreh Sejarah, Warga Indonesia Wajib Tahu!

AYOJAKARTA.COM - Entah disadari atau tidak, Piala Dunia Qatar 2022 sedikit berbeda dari sebelumnya, pesat sepak bola kali ini membuat emosi kita merasuk sampai relung hati.

Seakan-akan tim nasional Indonesia ikut dalam pertandingan sepak bola Piala Dunia Qatar 2022.

Itu gegara Maroko, negara berpenduduk muslim di Afrika Utara, mengukir prestasi, lolos ke babak empat besar.

Baca Juga: Terbaru! Ini Kebijakan PPPK 2022 Guru dan Nakes, Menkes dan Mendikbud Buka Suara

Maroko pun menoreh sejarah, dimana negara Afrika pertama di semifinal, sepanjang 92 tahun Piala Dunia.

Maroko sudah tampil di lima laga, tanpa kalah. Main imbang 0-0 dengan Kroasia, menang atas Belgia 2-0, Kanada 2-1, Spanyol 3-0 (adu penalti) serta Portugal 1-0.

Semua sensasi, kerja keras tim Maroko awalnya ini di pandang sebelah mata.

Maroko kini menatap dua laga sisa, menghadapi Prancis di semifinal, lalu bertemu Argentina atau Kroasia.

Baca Juga: Tunangan Richard Eliezer Beberkan Alasannya Baru Muncul ke Publik, Singgung Keluarga Brigadir J

Bisa di final 1-2 atau final 3-4, para Marokoisme ingin Singa Atlas sampai atas, merebut mahkota juara. Hukumnya, no or never.

Jujur tak disangka, Maroko bakal liar, apalagi bisa menang dari Belgia, Spanyol dan Portugal.

Tiga negara yang punya sederet pemain bintang kelas satu, andalan klub ternama, di berbagai kompetisi Eropa.

Sementara itu Maroko, menurut data mayoritas pemainnya kelas dua, bermain di klub papan tengah di Eropa.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Sosok 'Piala Bergilir' Diduga Simpanan Ferdy Sambo: Sudah Dipakai Para Jenderal!

Tim Singa Atlas ini tadinya Cuma cameo, tim pelengkap agar Piala Dunia lebih berwarna, Maroko pun menerima stigma itu.

Saat Maroko memulangkan Spanyol Dan Portugal, mungkin saya dan juga Anda membatin :”Sepakbola itu kejam, dan tidak adil. Mengapa Spanyol dan Portugal kalah, padahal mendominasi, dan punya banyak peluang gol?,”

Kemudian saya baru paham, setelah menyimak petuah Ronaldo :”Talent without working hard is nothing-talenta tanpa kerja keras tak ada gunanya.” Itu quotes Ronaldo ketika ditanya, apa kunci suksesnya.

Secara teknik sepakbola, Maroko memang masih dibawah Spanyol dan Portugal. Itu terlihat secara kasat mata.

Baca Juga: Soal Janji Uang Rp1 Miliar dari Ferdy Sambo, Richard Eliezer Tunjukkan Bukti Ini..

Maroko acap ketekan, ketimbang meneror lawan, Maroko lebih sering mengejar bola, dibanding mengolah bola.

Tapi singa Atlas bukan badut, mereka legiun asing, punya talenta, terbiasa kerja keras menghadapi ancaman.

Perlawanan heroik Maroko justru manjur, lawan jadi frustasi dan kendur, lalu mereka pun mencuri gol kemenangan.

Dikutip ayojakarta.com dari laman Instagram @nuonline_id ada sejumlah akhlak atau etika yang patut diteladani dari Timnas Maroko.

Baca Juga: Bharada E Tegas Bantah Pernyataan Putri Candrawathi di Sidang Soal Skenario FS: Padahal Kenyataannya ...

Pertama, tim ini selalu melakukan sujud syukur setelah berhasil memenangkan pertandingan. Sujud ini sebagai rasa syukur atas kenikmatan yang mereka peroleh berupa kemenangan dalam sebuah pertandingan.

Kedua, penghormatan terhadap sosok ibu yang luar biasa. Saban usai pertandingan Achraf Hakimi, bek kiri Maroko, selalu menghampiri ibunya yang menonton pertandingan putranya itu.

“Semoga bisa jadi teladan bagi para pemuda timnas Indonesia & kita semuanya muslim Indonesia” komentar dari @dederahmadhidayat,”.***

Reporter Imam Safangat
Editor Vincensia Enggar Larasati