Sport

Mengukir Sejarah, Maroko Jadi Tim Kejutan Piala Dunia 2022 Qatar, Simak Kebolehannya

Oleh: Awit Wiarni Rabu 07 Des 2022, 19:51 WIB
Maroko Jadi Tim Kejutan Piala Dunia 2022, Simak Kebolehannya

AYOJAKARTA.COM--Timnas Maroko menjadi tim kejutan yang mampu lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2022 dengan mengalahkan tim hebat yaitu Spanyol melalui adu penalti.

Maroko dikenal sebagai tim underdog namun secara mengejutkan Maroko dapat mengalahkan timnas-timnas hebat Eropa.

Pada pertandingan pertama babak fase grup, Maroko berhadapan dengan Kroasia dan berhasil mengakhiri pertandingan dengan imbang.

Baca Juga: Semakin Memanas! Babak Baru Kasus Pembunuhan Brigadir J: Ferdy Sambo vs Bharada E, Kedua Kubu Saling Serang

Lalu setelah itu Maroko menang melawan Belgia dengan skor 2-0. Kemudian mengalahkan Spanyol dengan adu penalti.

Dalam ketiga pertandingan tersebut Maroko sama sekali tidak kemasukan gol. Saat melawan Kanada memang gawang Maroko sempat kemasukan bola namun itu adalah gol bunuh diri.

Adalah Yassine Bounou dan Munir Mohand Mohamedi dua penjaga gawang Maroko yang sama baiknya. Bisa diakui bahwa Maroko memiliki penjaga gawang yang handal dan pertahanan lini belakang yang tangguh.

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Bola Bung Binder, (7/12/2022), sejauh ini belum ada pemain lawan yang bisa membobol pertahanan Maroko. Di babak perempat final nanti Maroko akan melawan Portugal.

Baca Juga: Semakin Mendekati Gelar Juara, 4 Negara Peserta Piala Dunia 2022 Qatar Ini Dipaksa Tampil Lebih Prima

Sebelumnya Portugas berhasil lolos ke babak perempat final melalui kemenangan telak melawan Swiss dengan skor akhir 6-1.

Menariknya kemenangan telak yang diperoleh oleh Portugal ini tanpa hadirnya Ronaldo dalam pertandingan.

Fernando Santos sebagai pelatih Portugal memutuskan Ronaldo berada di bangku cadangan merupakan taktik karena ingin memasang pemain yang lebih cepat di lini depan sekaligus bisa mengacak-acak pertahanan Swiss.

Baca Juga: Wajib Tahu! Analisa dan Prediksi Skor Pertandingan Jepang vs Kroasia Piala Dunia Qatar 2022

Namun beredar kabar bahwa Santos kecewa dengan sikap Ronaldo yang tampaknya tidak terima ketika diganti pada pertandingan melawan Korea Selatan.

Taktik yang digunakan Santos terbukti berhasil dengan hattrick yang diciptakan oleh Goncalo Ramos. Pada pertandingan sebelumnya Ramos selalu bermain menggantikan Ronaldo.

Tetapi ketika Ramos diberikan waktu bermain lebih banyak dari awal pertandingan ternyata bisa menghasilkan performa yang lebih baik.

Baca Juga: Update Piala Dunia 2022: Selamat Tinggal Spanyol, Maroko Lolos ke Quarter Final! Ini Fakta Menariknya!

Disisi lain, pada pertandingan Maroko melawan Spanyol tentu banyak yang menjagokan Spanyol sebagi pemenang. Namun para pemain Maroko bermain dengan level disiplin yang amat tinggi.

Perlu diketahui bahwa pelatih Spanyol sudah meminta pemainnya untuk berlatih tendangan penalti bahkan sebelum Piala Dunia 2022. Namun nyatanya tak satupun pamain Spanyol yang bisa menembus gawang Maroko.

Selama pertandingan melawan Maroko terlihat jelas bahwa pelatih Spanyol memasang raut muka cemas karena Spanyol tidak mampu menciptakan gol.

Baca Juga: Bikin Geleng Kepala! Ferdy Sambo Mengaku Bersyukur karena CCTV Rumahnya Mati: Saya Jadi Bisa Melakukan Ini

Berbeda dengan pelatih Maroko yang terlihat lebih tenang dan fokus dalam memberikan instruksi kepada para pemainnya.

Salah satu taktik yang dilakukan Maroko untuk mengalahkan Spanyol adalah dengan mematikan setiap gerakan dari pemain kreatif lawan.

Seperti yang dilakukan oleh Sofyan Amrabat dengan selalu menduel Gavi dan juga Pedri di lini tengah jadi kedua pemain ini kesulitan malakukan serangan.

Baca Juga: Nonton Siaran Langsung Maroko vs Spanyol Piala Dunia 2022 Malam Ini Kick Off Pukul 22.00 WIB, Tonton di Sini!

Selama pertandingan, peluang Spanyol yang dinilai berbahaya hanya terjadi dua kali padahal total passing pemain Spanyol hampir mencapai 1.000 yaitu 926 passing dengan akurasi 80%.

Tapi hal itu hanya menjadi bagian dari statistik sedangkan Maroko sekarang menjadi bagian dari sejarah.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Kiki Dian Sunarwati