Tangerang

Kata BMKG Soal Hujan Es di Pamulang Tangsel

Oleh: Redaksi Selasa 15 Mar 2022, 07:30 WIB
Penampakkan hujan es di Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (14/3/2022).

TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan perihal terjadinya fenomena hujan es di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Senin (14/3/2022).

Fenomena hujan es di Tangsel itu membuat warga keheranan dan viral di media sosial.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan, Yanuar Henry Pribadi mengatakan, hujan es itu terjadi akibat adanya peralihan musim.

Ia menyebut, hujan di musim peralihan banyak akibat dari awan Cumulonimbus (Cb), begitu juga dengan terjadinya hujan es.

"Potensi awan Cb ini terjadi apabila ketinggian dasar awannya cukup dekat dengan tanah, maka bisa menyebabkan suhu lingkungan mendukung terjadinya hujan es," kata dia, Senin (14/3/2022).

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Hujan Es di Jakarta dan Sekitarnya

Melansir SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Selasa (15/3), setelah suhu di bawah awan tersebut mendekati dengan suhu dasar awan, ungkap dia, sehingga hujan yang jatuh dari awan yang berbentuk es tersebut jatuh ke permukaan masih dalam bentuk bentuk es kecil-kecil karena proses presipitasinya demikian.

Sebelumnya diberitakan, fenomena hujan es di Tangsel viral di media sosial. Salah seorang warga Septi Alfiani mengatakan, hujan es itu terjadi di depan rumahnya sekira pukul 16.05 WIB.

"(Rumah) saya di Jalan Baru Luk Bakti Jaya, Pamulang," katanya.

Dalam video yang direkamnya, terlihat dia dan anak-anaknya tengah hujan-hujanan sambil memunguti es dari hujan.

Baca Juga: Sebesar Kelereng, Hujan Es Turun di Kota Bogor. Pertanda Apa?

Beruntungnya, hujan es tersebut tak sampai membuat kerusakan di atap rumah.

"Kalau di sini tidak sih, tapi di depan Gang Luk es batunya gede. Di sini akibat hujan angin petir es batu tadi ada tiang listrik tumbang sekarang sudah kembali normal," ungkapnya.

Reporter Redaksi
Editor Rahajeng Pramesi