Tangerang

Bikin Geleng Kepala! Cerita Anggota Satpol PP vs Setwan DPRD Tangsel yang Baku Hantam di Final Sepak Bola

Oleh: Redaksi Selasa 21 Des 2021, 13:30 WIB
Kericuhan sempat mewarnai pertandingan final sepak bola Tangsel League 2021 yang mempertemukan Satpol PP vs Setwan DPRD Tangsel di lapangan Cilenggang, Serpong, Senin (20/12/2021).

TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM—Tidak pantas dijadikan contoh. Seharusnya menjadi teladan, namun sikap yang dilakukan sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan anggota Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) jauh panggang dari api.

Mereka malah baku hantam saat final pertandingan sepak bola yang diwarnai kericuhan tersebut.

Begini ceritanya.

Baca Juga: Viral Video Atlet Tinju DKI Jakarta Baku Hantam dengan Relawan PON XX Papua

Soal adanya kericuhan yang terjadi pada Senin petang (20/12/2021) itu dibenarkan Kasi Penyidikan dan Penyelidikan Satpol PP Tangerang Selatan Muksin Al-Fachry.

Ia menyebut peristiwa baku hantam itu terjadi saat pertandingan final antara tim Satpol-PP melawan tim Setwan DPRD Tangsel di lapangan Cilenggang, Serpong.

Kericuhan itu, kata Muksin, dipicu adanya salah satu pemain dari Setwan memukul salah satu pemain dari Satpol PP Tangsel.

Hal itu langsung menyulut emosi dari para pemain lainnya.

"Awalnya ada anggota (Satpol PP) yang main terus ada yang mukul dari pemain lawan. Tapi langsung kita lerai lah. Namanya di lapangan ya, tapi langsung kita lerai," kata Muksin saat dikonfirmasi, Senin (20/12).

Melansir SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Selasa (21/12), Muksin mengungkapkan, selain para pemain yang tersulut emosinya, para pendukung dan penonton lainnya ikut emosi.

Alhasil mereka tumpah ke lapangan.

Baca Juga: Demonstrasi di Bandung, Mahasiswa dan Polisi Terlibat Baku Hantam

Akibatnya, hal itu membuat situasi semakin memanas. Masing-masing dari tim menarik pemainnya untuk tak terlibat lebih jauh dalam perkelahian.

Sementara petugas Satpol PP yang berjaga langsung menarik keluar semua penonton yang tumpah di dalam lapangan yang becek usai diguyur hujan deras.

"Tumpah penonton ke lapangan, tapi langsung kita tarik dan setelah itu aman nggak ada masalah," tambah dia.

Lebih lanjut Muksin menyebut, gesekan yang terjadi sebagai emosi sesaat yang biasa terjadi dalam pertandingan sepak bola terutama dalam laga final.

Baca Juga: 15 Titik Lampu Merah di Jakarta Rusak Berat Akibat Kericuhan Demo UU Cipta Kerja

"Emosi sesaat tuh biasa, namanya di lapangan, tapi tidak ada kejadian pukul-pukulan. Memang keliatannya ada (pukulan) tapi itu mah biasa, yang penting kan setelah itu mereka damai. Tumpah di lapangan tapi tidak pukul-pukulan," tekannya.

Setelah beberapa menit terjadi gesekan yang memicu kericuhan, pertandingan kemudian dilanjutkan. Hasilnya, tim Satpol PP Tangsel keluar sebagai juara dengan skor 4-2

Reporter Redaksi
Editor Rahajeng Pramesi