TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM – Pada tahap awal vaksinasi Covid-19, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) akan memvaksin kepada 12.711 orang yang menjadi prioritas vaksinasi.
“Kami akan memberikan vaksin Covid ini secara bertahap kepada 12.711 orang mulai 14 Januari,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni dalam keterangan tertulis, Selasa (5/12).
AYO BACA : VAKSINASI COVID-19: Ini 4 Tahap Penerima Vaksin di Kota Bekasi
Puluhan ribu vaksin yang disiapkan tersebut akan diberikan kepada sejumlah kalangan yang berada di garda terdepan, seperti tenaga kesehatan (nakes), TNI, Polri, dan Satpol PP. Perinciannya, dari 12.711, sebanyak 9.764 diberikan kepada tenaga kesehatan, TNI sebanyak 1,208, Polri sebanyak 1.423, Satpol PP sebanyak 316.
Deden menjelaskan, sebelum memulai untuk divaksin pada 14 Januari 2021, pihaknya tengah fokus pada pelatihan vaksinator atau tenaga kesehatan dalam pemberian vaksin Covid-19 Sinovac guna memperlancar proses pemberian vaksin di Tangsel.
AYO BACA : VAKSINASI COVID-19: Tahap Pertama di Bekasi Menyasar 11.983 Nakes
Dinkes Kota Tangsel juga tengah melakukan koordinasi terkait dengan teknis pengiriman vaksin dari pihak Provinsi Banten ke Kota Tangsel.
Sekretaris Dinkes Tangsel Alin Hendarlin Mahdaniar menambahkan, vaksin tersebut akan diberikan kepada masing-masing orang sebanyak dua dosis dengan masa interval 14 hari. Pemberian vaksin akan dilakukan di tempat yang siap melayani vaksinasi.
“Untuk di Tangsel ada 28 rumah sakit, 47 klinik 63 praktik mandiri, 29 puskesmas atau PKM, dengan total yang siap melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 167 tempat,” ujar Alin.
Meski telah menyiapkan sejumlah hal terkait vaksinasi, Alin mengaku, Dinkes Tangsel belum mengetahui secara pasti terkait mekanisme pendistribusian vaksin kepada tiap dinas kesehatan di tingkat kota/kabupaten.
“Kami masih menunggu untuk pendistribusiannya dari provinsi. Tapi kami sudah mempersiapkan diri untuk vaksin tahap pertama ini,” jelasnya.
AYO BACA : Mobilitas Tinggi Selama Nataru, Angka Keterjangkitan Corona Diprediksi Naik 40 Persen