TANGERANG, AYOJAKARTA.COM – Provinsi Banten memutuskan menunda pelaksanaan sekolah tatap muka yang direncanakan dimulai pada awal Januari 2021.
Keputusan tersebut disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim dikarenakan masih tingginya angka kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Banten.
“Kita berkesimpulan bahwa belajar tatap muka per Januari ditunda,” ujar Wahidin dalam keterangan suara yang diterima Republika, Selasa (22/12).
AYO BACA : Sekolah Tatap Muka Dimulai Januari 2021, Begini Pendapat IDAI
Penundaan pembelajaran tatap muka tersebut diketahui diputuskan dan disetujui bersama dengan ikatan dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak, dan Perhimpunan Dokter Paru Banten.
Wahidin menjelaskan, meski pada saat ini wilayah Provinsi Banten berada di zona oranye, namun tingkat penularan Covid-19 dinilai masih tinggi. Terlebih ada kekhawatiran yang cukup besar berupa kemunculan klaster baru dari adanya pemberlakuan sekolah tatap muka.
"Banten zona oranye, tapi masih tinggi tingkat penularannya (kasus Covid-19)," ujar dia.
AYO BACA : Kondisi Pandemi Belum Pasti, Jateng Menunda Sekolah Tatap Muka
Wahidin melanjutkan, penundaan tersebut akan diterapkan hingga kasus Covid-19 mulai melandai. Nantinya, Wahidin akan membuat surat kepada bupati dan walikota untuk menunda kegiatan sekolah tatap muka. “Penundaan sampai kasus turun dan memungkinkan untuk tatap muka,” tegasnya.
Menurut catatan pihak Provinsi Banten, Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang merupakan salah dua dari daerah di Provinsi Banten yang memiliki kasus yang tinggi. Kedua wilayah itu berada di zona merah.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan akan mengikuti aturan yang telah diputuskan oleh Pemprov Banten terkait dengan penundaan sekolah tatap muka.
“Kita ikuti karena itu menjadi kebijakan gubernur, tadi Kepala Dinas (Pendidikan) baru menyampaikan jadi kita ikuti saja,” tutur Airin.
AYO BACA : Akhirnya, Sekolah Boleh Belajar Tatap Muka Mulai 2 Januari