Tangerang

Kasus 'Paha Mulus' Bacalon Wawalkot Tangsel, Ini Jawaban Rahayu Saraswati

Oleh: Admin Senin 07 Sep 2020, 14:35 WIB
Rahayu Saraswati / instagram

TANGERANG SELATAN, AYOJAKARTA.COM - Kasus kicauan soal paha mulus melalui media sosial yang ditujukan kepada salah satu bakal calon wakil wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam Pilkada serentak 2020 menimbulkan banyak reaksi.

Awalnya, politikus senior Partai Demokrat Cipta Panca Laksana melemparkan cuitan dalam twitternya soal paha mulus. Begini lengkapnya: "Paha calon wakil walikota Tangsel itu mulus banget,” kicau Panca, Jumat (4/9/2020) lalu.

Tak lama, kicauan itu disambar Said Didu. "Huzzz–no pict hoax (Huzzz-tidak ada gambar berarti hoaks-red),” tulis Said Didu komentari cuitan Panca.

Dalam pendaftaran bakal pasangan calon wali kota dan wakilnya di Tangsel, ada tiga pendaftar yakni pasangan Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo;  Siti Nur Azizah Ma'ruf - Ruhamaben; dan Benyamin Davnie - Pilar Saga Ichsan.

Jika ditilik, memang hanya Rahayu Saraswati yang menjadi satu-satunya perempuan yang mendaftar sebagai wakil wali kota Tangsel. Rahayu pun mulai buka suara atas polemik yang mengarah pada dirinya.

Setahu saya ada dua pihak yang melakukan cuitan yang sepertinya akhirnya viral.

AYO BACA : Mengenang Eyang di Monumen Lengkong, Saraswati: Menjaga Kemerdekaan Berarti Menjaga Persatuan Warga

Akun Twitter tidak saya pegang secara pribadi sebenarnya, tetapi oleh tim saya yang mengerti betul perjuangan saya soal pelecehan dan kekerasan seksual yang kerap kali terjadi di Indonesia, fisik maupun verbal bahkan lewat medsos sekalipun.

Saya menyayangkan saja dan jujur kecewa bahwa ada tokoh-tokoh politik senior yang memberikan contoh kurang baik bahkan mengobjetifikasi seorang calon pimpinan daerah.

Ya, dikatakan bahwa tidak mencantumkan nama. Maka bisa saja yang beliau maksud adalah calon wakil walikota yang lainnya, yang notabene laki-laki semua. Mungkin saja.

Namun sikap saya jelas. Tidak ada toleransi atas pelecehan seksual verbal sekalipun. Terlalu banyak perempuan mengalami dan memaklumi walaupun hal tersebut melukai kaum hawa.

Saya sebagai aktivis perempuan dan anak, menyayangkan adanya kejadian ini dan para pelaku harus tahu kalau hal tersebut tidak meninggikan derajat perempuan tapi melukai martabat perempuan terutama contohnya para atlet olahraga perempuan.

Silahkan masyarakat yang menilai tetapi saya berpihak kepada para korban pelecehan seksual dan menyatakan bahwa hal ini tidak perlu mereka hadapi sendiri dan memang harus ada perbaikan sikap lewat pendidikan tentang akhlak dan karakter dan budi pekerti.

AYO BACA : Pesan Rahayu Saraswati untuk Milenial Atasi Permasalahan di Tengah Pandemi

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati