Tangerang

Ambulans Jenazah ODP Rp15 Juta, Walikota Klaim Miskomunikasi

Oleh: Admin Jumat 17 Apr 2020, 18:16 WIB
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. [Suara.com/M Iqbal]

TANGERANG, AYOJAKARTA.COM - Belum lama ini viral beredar kwitansi sewa ambulans jenazah ODP Corona merogoh kocek hingga Rp15 juta di Kota Tangerang. Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengklaim hal itu karena miskomunikasi.

Arief menjelaskan, ada kesalahpahaman dari RS Bhakti Asih yang merawat pasien tersebut. RS Bhakti Asih mengira apabila jenazah tidak dimakamkan di TPU Selapajang Tangerang, maka ambulans tidak akan digratiskan.

AYO BACA : Meski Dilarang, 31% Warga Jakarta Ingin Mudik Lebaran

“Itu ada misinformasi di situ, bahwa sebenarnya di peraturan walikotanya, ambulans gratis itu diberikan di wilayah Kota Tangerang,” kata Arief di Tangerang, Kamis (16/4/2020).

Kemudian, pihak rumah sakit juga mengaku memasang biaya Rp 15 juta atas kesepakatan dengan keluarga korban.

AYO BACA : Polisi Siap Amankan Kota Bandung Selama PSBB

“Alasannya karena si keluarga yang meninggal ini pengen dimakamkan di tempat makam keluarga,” ujarnya.

Khwatir menuai polemik berkepanjangan, Arief mengklarifikasi bahwa pengantaran jenazah ke seluruh Kota Tangerang tetap digratiskan meskipun tidak di TPU Selapajang.

“Jadi sebenarnya dimana saja kalau dia meminta akan difasilitasi. Maka dari kejadian kemarin kita juga ikut prihatin, maksudnya walaupun berdasarkan klarifikasi dengan keluarga, keluarganya ikhlas, rela membayar Rp 15 juta,” imbuh Arief.

Berdasarkan kejadian tersebut, Arief mengimbau agar jangan ada pihak yang mengambil kesempatan meraup keuntungan.

“Saya mengimbau kepada dunia usaha jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan,” ujarnya.

AYO BACA : Menkes Terawan Setujui PSBB Bandung Raya

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati