BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Pejabat di Kota Tangerang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia. Pejabat berinisial BS itu dikabarkan meninggal dunia di RS Ciputra Hospital pada Jumat (10/4/2020).
Sekertaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, mengaku belum mengetahui pasti penyebab meninggalnya pejabat Eselon III di Pemkot Tangerang itu.
“Saya belum tahu persis kepastiannya nunggu hasil lab karena katanya belum keluar. Tapi diduga kehawatiran dari pihak rumah sakit,” kata Herman, Sabtu (11/4/2020).
AYO BACA : Pemerintah Kabulkan PSBB Wilayah Bodebek
Herman menuturkan, pihak rumah sakit menyampaikan penyebab almarhum meninggal diduga mengarah pada kasus Covid-19. Namun hal ini belum dapat dipastikan karena hasilnya belum keluar.
Diketahui, BS merupakan seorang pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setingkat Kepala Bidang berinisial. Mendiang BS meninggal sekitar pukul 06.45 WIB.
Berdasarkan informasi, petugas yang melangsungkan pemakaman mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
AYO BACA : Dentuman yang Didengar Warga Jabodetabek Berasal dari Petir?
Almarhum telah dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Jatiuwung, Kota Tangerang.
Berbagai sumber yang dihimpun menyebutkan, sebelum meninggal pasien tersebut berstatus PDP. Selain itu, ada yang menyebutkan juga bahwa almarhum meninggal karena penyakit komplikasi.
Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKIbaik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp: 081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.
Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.
AYO BACA : Fenomena Dentuman Keras di Jabodetabek Dini Hari Tadi Masih Misteri Alam