Teknologi

5 Juta Data Penumpang dan Karyawan AirAsia Dibobol Daixin Team hingga Minta Tebusan

Oleh: Admin Kamis 24 Nov 2022, 14:27 WIB
Data 5 Juta Penumpang dan Karyawan AirAsia Dibobol Daixin Team hingga Minta Tebusan

AYOJAKARTA.COM - Tangan-tangan jahil para hacker kembali terjadi di Indoneisa.

Kali ini, dikabarkan bahwa ada lima juta data dari penumpang dan karyawan maskapai AirAsia yang dibobol oleh hacker.

Pembobolan itu terjadi pada 11 dan 12 November 2022.

Baca Juga: Kominfo Dapat Pesan Pedas dari Hacker Bjorka yang Bobol 1,3 Miliar Data SIM Card

Dilansir AyoJakarta.com dari situs DataBreaches, AirAsia menjadi korban serangan ransomware oleh Daixin Team.

Akibatnya, sebanyak lima juta data penumpang dan karyawan AirAsia dikompromikan.

Pada situs DataBreaches, terdapat kiriman data sampel dari Daixin Team yang terdiri dari dua format csv.

Baca Juga: Hati-hati, Hanya Gunakan NIK KTP Uang Ratusan Juta Bisa Bobol dari Penipuan Kartu Kredit 

Dokumen tersebut ternyata juga dikirimkan oleh kelompok hacker ke AirAsia Group.

Pada dokumen pertama berisi data nama penumpang.

Sedangkan di dokumen kedua berisi informasi karyawan mulai dari nama, tanggal lahir, negara tempat lahir, lokasi, tanggal mereka mulai bekerja dan "pertanyaan rahasia" lengkap dengan jawabannya.

Baca Juga: Gawat! Data Seluruh Pengguna PeduliLindungi Masyarakat Indonesia Dibobol Bjorka, Dijual Harga Segini

Bahkan mengerikannya, sang hacker meminta tebusan kepada pihak maskapai.

Juru bicara Daixin Team menyebut, AirAsia tidak melakukan negoisasi untuk biaya tebusan.

Menurut pihak Daixin Team, jika pihak tidak melakukan negoisasi dinilai sebagai indikasi bahwa perusahaan tidak berniat membayar tebusan.

Baca Juga: Toko Kue Ruben Onsu Dibobol Pencuri, Polisi Langsung Cek TKP

"Biasanya orang-orang menegosiasikan harga agar menjadi lebih murah," ujar juru bicara Daixin.

Namun tak diketahui berapa biaya tebusan yang diminta pihak Daixin Team kepada AirAsia untuk penghapusan data tersebut.

Biasanya, serangan ransomware ini menggunakan file jahat yang bisa mengenkripsi semua data di server.

Baca Juga: Najwa Shihab Jengkel Data Dibobol Hacker, Pemerintah Malah Minta NIK Jaga Sendiri

Sehingga pihak yang dibobol datanya harus membayar tebusan terlebih dahulu untuk bisa mengakses data tersebut.

Jika diterapkan pada jaringan maskapai penerbangan, praktik ini ternyata bisa mengganggu operasional penerbangan.

Kendati demikian, Daixin mengeklaim pihaknya tidak mengunci file penting terkait peralatan terbang karena bisa mengancam jiwa.

Selain membocorkan data penumpang dan karyawan AirAsia, Daixin mengatakan pihaknya juga akan mengungkap lebih banyak data termasuk informasi pintu belakang (backdoors) jaringan AirAsia Group kepada forum peretas.***

Reporter Admin
Editor Desi Kris