AYOJAKARTA.COM - Sebelum resmi mengakuisisi Twitter, Elon Musk sempat mengadakan diskusi dadakan di kedai kopi milik platform media sosial itu.
Bos besar Tesla itu mengakui sisi Twitter senilai 44 miliar dolar AS atau Rp633 triliun. Pengambilalihan Musk diperkirakan akan ditutup hari ini, Jumat, 28 Oktober 2022.
Dilansir dari Republika.co.id, sebelum akhirnya rampung, Musk pernah berbicara dengan karyawan Twitter pada Juni lalu. Saat itu, dia membahas keinginannya untuk menjadikan Twitter menjadi aplikasi seperti TikTok dan WeChat.
- Baca Juga: 19 Produk Sampo Unilever Ditarik BPOM AS Karena Diduga Sebabkan Kanker, Ini Daftar Mereknya
- Baca Juga: Akhinya Terbongkar, Ini Sosok Artis Pemeran Asli Video Asusila Inisial R, Benar Alim
- Baca Juga: Siapa Dito Mahendra Sosok yang Laporkan Nikita Mirzani? Ternyata Bukan Orang Biasa
Pada Rabu, 26 Oktober 2022, Elon Musk datang ke markas besar Twitter di San Fransisco dengan membawa wastafel dan mengadakan diskusi dadakan di kedai kopi Twitter.
Karyawan Twitter Tunggu Nasib Mereka di Bawah Pemilik Elon Musk
Chief Marketing Officer Twitter Leslie Berland mengatakan pada Rabu bahwa keputusan akan didengar langsung pada Jumat. Sementara itu, CEO Twitter saat ini, Parag Argawal belum berbicara dengan karyawan dalam beberapa pekan.
Ini membuat karyawan menunggu kabar terbaru dari Musk. Musk meminta beberapa pemimpin produk Twitter bertemu dengan karyawan dari Tesla. Kemungkinan, itu untuk membantunya mengetahui apa yang sebenarnya dia beli.
- Baca Juga: Tengah Heboh Inisial R, Viral Kembali Video Saat Hard Gumay Memprediksi Rumah Tangga Ria Ricis dan Teuku Ryan
- Baca Juga: Gencar Denise Chariesta Ungkap Perselingkuhannya, Rumah Tangga Ayu Dewi Diramal Denny Darko Akan Begini!
Sejak Musk tiba-tiba menyatakan bahwa dia ingin membeli Twitter lagi awal bulan ini, pemimpin Twitter yang paling terlihat secara internal adalah Manajer Umum Produk Konsumen dan Pendapatan Jay Sullivan. Dia telah mengadakan sesi dengan karyawan. Namun, pada Kamis, tak lama setelah karyawan menerima undangan kalender untuk panggilan “quick informal check in" dengannya pada pukul 19.35 waktu setempat, pertemuan itu dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Dilansir The Verge, banyak karyawan Twitter baru-baru ini yang memperhatikan ketidakhadiran CEO Parag Agrawal. “Dia benar-benar absen selama beberapa pekan,” kata salah seorang karyawan Twitter saat ini.
"Dia telah menghilang tanpa kabar," ujar karyawan lain.*** (Republika.co.id)