AYOJAKARTA.COM - Media sosial menjadi media yang banyak digandrungi berbagai kalangan dalam berkomunikasi dan tampil.
Namun, tidak sedikit juga yang menyalahgunakan media sosial ini untuk mencari keuntungan secara ilegal dari orang lain.
Tidak dipungkiri banyak juga pelaku kejahatan dunia maya, siber juga mengincar akun media sosial seperti Instagram.
Baca Juga: Denny Darko Ramalkan Masa Depan Lesti Kejora dan Rizky Billar, Awal dari Petaka Besar?
Beragam modus dengan dalil iming-iming kepada korban juga marak digunakan.
Sebagai penggguna, Anda juga bisa menghindarinya jika melihat hal-hal mencurigakan.
Dilansir AyoJakarta dari Suara.com, berikut ini sembilan jenis penipuan di Instagram:
1. Penipuan undian
Pertama ada penipuan undian sering dilakukan dari akun yang menyamar sebagai seseorang yang pengguna kenal atau organisasi, seperti lembaga pemerintahan atau platform media sosial.
Seolah-olah kita alasannya akan menyatakan bahwa pengguna salah satu pemenang undian dan akan menerima uang jika pengguna membayar sejumlah biaya di muka. Penipu mungkin akan meminta pengguna untuk memberikan informasi pribadi, seperti alamat fisik atau informasi detail bank yang bisa digunakan untuk tindakan kriminal lainnya.
2. Penipuan pinjaman
Selanjutnya, ada penipu pinjaman mengirim pesan atau membuat komentar di postingan yang menawarkan pinjaman cepat dengan suku bunga rendah dengan sedikit biaya di muka. Setelah biaya di muka dibayarkan, penipu mungkin meminta lebih banyak uang demi memberikan pinjaman yang lebih besar atau langsung menghentikan percakapan dan menghilang dengan pembayaran tersebut. Hindari melakukan transaksi dengan orang yang tidak dikenal.
3.Penipuan berkedok cinta
Hati-hati, jika ini adalah penipuan yang berkedok cinta biasanya mengirimkan pesan romantis kepada orang yang tidak dikenal, sering kali berpura-pura sudah cerai, janda, atau dalam tekanan. Mereka akan menjalin hubungan online yang menyatakan perlu uang untuk penerbangan atau visa.
Tujuan penipu adalah mendapatkan kepercayaan pengguna, sehingga percakapan bisa berlangsung selama berminggu-minggu sebelum akhirnya mereka meminta uang. Waspadalah jika melakukan percakapan seperti itu dengan orang yang tidak dikenal di kehidupan nyata.
4. Penipuan investasi
Penipu mungkin menjanjikan keuntungan moneter yang tidak masuk akal, seperti menawarkan untuk menukar uang dalam jumlah kecil menjadi lebih besar dan meminta uang dari pengguna. Janji laba investasi palsu ini akan berakhir dengan penipu membawa lari pembayaran tersebut.
Beberapa jenis penipuan investasi palsu yang perlu diperhatikan mencakup penipuan "cash flipping", skema Ponzi, atau skema "cepat kaya".
5. Penipuan kartu kredit
Ada lagi, berkedok tawaran kartu kredit. Penipu menggunakan informasi keuangan curian untuk melakukan pembelian atau menarik orang lain untuk membeli barang atau jasa dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Jika pengguna menemukan aktivitas mencurigakan di kartu kredit, pengguna harus melaporkannya ke lembaga keuangan atau penegak hukum
6.Penipuan lowongan kerja
Ada juga lho penipu lowongan kerja menggunakan postingan lowongan kerja yang menyesatkan atau palsu untuk mencoba mendapatkan informasi pribadi atau uang. Hindari postingan lowongan kerja yang terlalu menjanjikan atau yang meminta pengguna membayar di muka.
Saat mengklik tautan dari postingan lowongan kerja, waspadai situs web yang terlihat tidak terkait dengan postingan lowongan kerja asli atau yang meminta informasi sensitif, tetapi tidak menggunakan penjelajahan aman (https).
7. Layanan langganan berbayar
Untuk yang layanan langganan berbayar, penipu akan menawarkan diskon layanan langganan berbayar atau akses seumur hidup ke layanan langganan berbayar dengan sekali pembayaran. Hindari membeli layanan berbasis langganan dari pihak ketiga yang tidak dikenal karena penipu tidak akan mengirim produk atau produk tersebut tidak akan berfungsi seperti yang dijanjikan.
8. Penjual tidak autentik
Penjual yang tidak autentik ini atau yang menyesatkan mungkin mencoba menggunakan barang yang terlalu murah untuk menipu pembeli. Penipu mungkin berusaha menciptakan kesan mendesak agar pembeli bertindak cepat, meminta pembayaran melalui metode yang tidak aman, atau tidak memberikan lokasi sebenarnya di postingan mereka.
Saat mengetahui jenis penipuan di Instagram, pengguna diharapkan dapat menghindari dan terhindar dari penipuan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
9. Penipuan phising
Phishing merupakan saat seseorang mencoba mengakses akun Instagram pengguna dengan mengirimkan pesan atau tautan mencurigakan yang meminta informasi pribadi.
Apabila penipu berhasil login ke akun pengguna, penipu mungkin bisa mengakses hal-hal seperti nomor telepon atau alamat email pengguna. Penipu juga bisa mengubah kata sandi agar pengguna tidak bisa mengakses akun.
Itulah jenis penipuan di Instagram dengan berbagai macam jenis kasusnya. Tetap waspada.