AYOJAKARTA.COM -- Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa investasi Apple sebesar Rp15,6 triliun untuk mencabut larangan distribusi iPhone 16 di Indonesia masih dalam status menggantung.
Menurutnya, jumlah investasi Apple masih belum ada proposal secara resmi, apakah nantinya akan sesuai dengan proposal ini atau tidak.
Menteri Rosan menyatakan bahwa pemerintah Indonesia akan mengumumkan hasil komitmen investasi Apple pada tanggal 7 Januari 2025.
Baca Juga: iPhone 16 Series Segera Rilis di Indonesia, Cek Harga Lengkapnya yang Lebih Miring dari Series 15
“nanti saya bikin pengumuman, sedang nunggu orangnya datang, diharapkan pada tanggal 7 Januari,” ungkap Menteri Investasi dan Hilarisasi, Rosan Roeslani, yang dikutip dari Metro TV pada Jumat 3 Januari 2025.
Diketahui, Apple telah mengirimkan surat tidak resmi kepada pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Perindustrian, terkait rencana investasi mereka.
Namun, Rosan mengatakan bahwa detail lebih lanjut mengenai nilai dan bentuk investasi masih belum diumumkan.
Dalam pertemuan mendatang, Rosan menantikan terkait kejelasan dan kepastian investasi Apple sebesar Rp15,6 triliun untuk penjualan iPhone 16 di Indonesia.
Baca Juga: iPhone 15 Pro Biasa Saja? Fanboy Apple: Android User Gak Ngerti Ekosistem!
Sebelumnya, Apple menawarkan investasi awal sebesar $100 juta (sekitar Rp1,5 triliun), yang ditolak karena asas keadilan.
Penolakan ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menyatakan bahwa tawaran tersebut tidak memenuhi prinsip keadilan yang diharapkan pemerintah.
Proposal investasi dianggap belum memenuhi empat aspek berkeadilan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Hal tersebut termasuk perbandingan investasi Apple dengan negara lain dan dengan produsen perangkat teknologi lainnya di Indonesia, serta penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja.
Baca Juga: Bukan Iphone 16, Handphone Ini Lolos Sabet Tiket Masuk Indonesia Kalahkan Apple
Pada November 2025, Apple kembali mengajukan proposal baru dengan nilai investasi minimal $1 miliar (sekitar Rp16 triliun) untuk pembangunan fasilitas produksi di Indonesia.
Proposal Apple dengan investasi Rp15,6 Triliun tersebut kemudian disetujui oleh Pemerintah Indonesia dengan mengharapkan tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi Apple di Indonesia, tetapi juga akan menciptakan sekitar 1.000 pekerjaan baru.
Dengan demikian, Menteri Rosan berharap bahwa pada pertemuan pada tanggal 7 Januari akan memberikan kejelasan dan kepastian mengenai investasi Apple, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri teknologi di Indonesia.***