AYOJAKARTA.COM -- XL Axiata dan Smartfren telah resmi mengumumkan merger yang akan membentuk entitas baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. dengan nilai gabungan mencapai Rp 104 triliun (sekitar USD 6,5 miliar).
Merger ini ditandatangani pada 10 Desember 2024 dan diharapkan rampung pada semester pertama 2025 setelah mendapatkan persetujuan dari regulator.
Seiring dengan pengumuman merger ini, CEO XL Axiata, Dian Siswarini, dilaporkan mengundurkan diri.
Dian siswarini adalah CEO atau presiden direktur XL sejak tahun 2015 yang mana terhitung masa jabatan selama satu dekade.
Dian membawa XL berekspansi dan berkembang, namun baru-baru ini lewat keterbukaan informasi Bursa Efek, pihak XL menuliskan pernyataan terkait pengunduran diri CEO XL Axiata tersebut.
Pengunduran diri CEO XL ini sebagaimana dinyatakan oleh corporate sekretariat Perusahaan XL Axiata Ranti Astari Rachman.
“Pada tanggal 3 Desember 2024 perseroan telah menerima surat pengunduran diri ibu Dian Siswarini selaku presiden direktur perseroan yang akan berlaku efektif sejak diperoleh persetujuan dari rapat umum pemegang saham perseroan terdekat. Adapun alasan pengunduran diri ibu atau beliau adalah karena alasan pribadi,” jelas Ranti Astari Rachman yang dikutip dari Kompas TV pada Minggu (15/12/24).
Penguduran diri CEO XL ini karena alasan pribadi membuat banyak spekulasi muncul di kalangan bisnis.
Tak hanya itu, aksi korporasi XL aksiata dan friend juga diwarnai dengan gejolak aksi cuti massal pekerja.
Baca Juga: Tips WhatsApp Offline Centang Satu Tapi Data Seluler Tetap Aktif, Dijamin Nggak Bakal Ketahuan
Pekerja XL aksiata atau spxl meminta transparansi dan kepastian nasib pekerja usai merger dari Perusahaan tersebut.
Meskipun alasan spesifik di balik pengunduran diri dari CEO XL dan aksi cuti masala belum diungkapkan secara resmi, kedua Perusahaan tersebut telah merincikan perencanaan merger tersebut.
Adapun rincian merger antara XL Axiata dan Smartfren terdapat beberapa poin-point.
Rincian Merger
-Entitas Baru: XLSmart akan menjadi perusahaan gabungan, di mana XL Axiata akan tetap menjadi entitas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Smartfren dan Smart Telecom (SmartTel) akan bergabung ke dalam XLSmart.
-Kepemilikan Saham: Axiata Group Berhad dan Sinar Mas masing-masing akan menguasai 34,8 persen saham di XLSmart, dengan Sinarmas menerima tambahan saham melalui akuisisi tunai.
Baca Juga: Tips Nonaktifkan WhatsApp Sementara Tanpa Matikan Data Seluler, Bebas Gangguan Notifikasi Deh!
-Jumlah Pengguna: Setelah merger, total pengguna kedua perusahaan diperkirakan mencapai 94,5 juta, dengan 58,6 juta dari XL Axiata dan 35,9 juta dari Smartfren.