AYOJAKARTA.COM - Dunia teknologi wearable baru saja dikejutkan oleh pengumuman besar dari ajang CES 2025.
Samsung, sang raksasa teknologi asal Korea Selatan, secara resmi mengungkap "senjata rahasia" yang selama ini menjadi mimpi buruk para pengguna smartwatch yaitu daya tahan baterai.
Selama ini, musuh terbesar pengguna jam tangan pintar adalah ritual pengisian daya harian.
Namun, melalui Samsung Galaxy Watch 9, Samsung menjanjikan revolusi yang akan mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat di pergelangan tangan kita selamanya.
CEO Samsung Electromechanics, Chang Duck-hyun, baru saja memberikan konfirmasi yang membuat industri teknologi gempar.
Samsung tengah mengembangkan Solid-State Battery yang dirancang khusus untuk perangkat wearable.
Mengapa teknologi ini begitu spesial? Berikut perbandingannya dengan baterai Lithium-ion tradisional:
- Ukuran Lebih Ringkas: Memberikan kapasitas energi yang sama namun dalam bentuk yang jauh lebih kecil.
- Efisiensi Tinggi: Memungkinkan jam tangan tetap ramping tanpa mengorbankan daya tahan.
- Performa Ekstrem: Potensi penggunaan hingga berhari-hari (multi-day battery life) tanpa perlu mematikan fitur-fitur canggih.
Prototipe baterai ini dijadwalkan meluncur akhir tahun 2025, yang berarti produksinya akan sangat pas dengan lini masa peluncuran Samsung Galaxy Watch 9 pada tahun 2026.
Meskipun banyak yang mengharapkan perubahan desain total, Samsung memilih strategi yang lebih cerdas dan praktis untuk model Galaxy Watch 9 Ultra.
Alih-alih mengejar estetika semata, fokus utama kali ini adalah pada kapasitas penyimpanan. Samsung menggandakan kapasitas internal dari 32 GB menjadi 64 GB.
Bagi Anda yang bertanya-tanya mengapa smartwatch butuh ruang sebesar itu, dilansir dari YouTbe Tcol Tech, inilah alasannya:
- Kemandirian Total: Unduh ribuan lagu langsung ke jam untuk olahraga tanpa ponsel.
- Aplikasi Lebih Banyak: Instal berbagai aplikasi pendukung tanpa khawatir memori penuh.
- Navigasi Offline: Simpan data peta offline dan aplikasi penerjemah bagi para traveler.
- Performa Lebih Smooth: Perangkat memiliki "ruang bernapas" lebih luas sehingga sistem operasi berjalan lebih ringan dan cepat.
Samsung nampaknya menerapkan pola pengembangan jangka panjang. Galaxy Watch 9 Ultra diposisikan sebagai "perangkat jembatan" yang dipoles dengan matang.
Sementara itu, di balik layar, Samsung tengah mempersiapkan Galaxy Watch Ultra 2 untuk musim panas 2026.
Model masa depan ini diprediksi akan menjadi lompatan generasi sesungguhnya, menggabungkan teknologi Solid-State Battery dengan sensor kesehatan AI yang jauh lebih akurat dan integrasi ekosistem Galaxy yang lebih dalam.
Jika Anda adalah pengguna yang sering mengeluh tentang memori penuh atau mendambakan perangkat yang lebih independen dari smartphone, Galaxy Watch 9 Ultra adalah pilihan yang sangat solid.
Namun, jika motivasi utama Anda adalah baterai revolusioner, mata dunia saat ini tertuju pada tahun 2026.
Samsung sedang membuktikan bahwa inovasi sejati tidak harus datang dari desain yang aneh, melainkan dari solusi atas masalah paling mendasar manusia yaitu Ketahanan.
Jadi apakah Anda lebih memilih baterai yang tahan berhari-hari atau fitur sensor kesehatan yang lebih canggih?***