AYOJAKARTA.COM - Bagaimana jika smartwatch Anda bisa memprediksi masalah kesehatan sebelum terjadi? Atau memantau gula darah tanpa tusukan jarum?
Itulah ambisi besar yang disiapkan Samsung lewat Samsung Galaxy Watch 9 dan Samsung Galaxy Watch Ultra 2 yang dijadwalkan meluncur pada Juli mendatang.
Bukan sekadar pembaruan minor, dua jam tangan pintar ini digadang-gadang menjadi lompatan besar di dunia wearable.
Samsung menyasar pengguna yang semakin sadar kesehatan, dengan menghadirkan kombinasi sensor canggih dan integrasi AI yang lebih mendalam.
AI Jadi Otak Utama
Samsung tak sekadar menempelkan label “AI”. Pada Galaxy Watch 9 dan Ultra 2, kecerdasan buatan digunakan untuk menganalisis pola tidur, tingkat stres, aktivitas harian, hingga performa olahraga. Hasilnya bukan cuma data mentah, melainkan insight prediktif.
Bayangkan jam tangan Anda menyarankan waktu terbaik untuk berolahraga berdasarkan energi tubuh, atau memperingatkan Anda agar beristirahat karena tren stres meningkat dalam seminggu terakhir.
Inilah pendekatan baru wearable yang bukan hanya mencatat, tetapi membantu mengambil keputusan.
Sensor BioActive 3-in-1 Lebih Akurat
DIlansir dari YouTube Tcol Tech, Samsung juga menyempurnakan sensor BioActive 3-in-1. Fitur yang dihadirkan meliputi:
- Pemantauan detak jantung real time yang lebih presisi
- ECG untuk mendeteksi irama jantung tidak normal
- Analisis komposisi tubuh (massa otot, lemak, hidrasi)
- Pemantauan tekanan darah
- Pengukuran suhu kulit
- Sensor SpO2 (oksigen darah)
Semua data tersebut dirangkum dalam laporan personal yang disesuaikan dengan gaya hidup pengguna.
Fitur Pemantauan Gula Darah
Fitur paling revolusioner yang ramai dibicarakan adalah pemantauan gula darah tanpa jarum.
Meski belum dikonfirmasi resmi, jika Samsung berhasil menghadirkannya, ini bisa menjadi game changer, terutama bagi penderita diabetes.
Bahkan untuk pengguna umum, pemantauan tren gula darah bisa membantu memahami metabolisme dan manajemen energi harian.
One UI Watch 9 Berbasis Wear OS 7
Kedua model akan menjalankan One UI Watch 9 berbasis Wear OS 7. Kombinasi ini diklaim menghadirkan navigasi lebih mulus, respons cepat, serta efisiensi baterai yang lebih baik.
Galaxy Watch 9 diposisikan sebagai model solid untuk pengguna umum, sementara Ultra 2 menyasar mereka yang menginginkan fitur premium dan teknologi paling mutakhir.
Pengguna Galaxy Watch 4 dan 5 kemungkinan akan merasakan peningkatan signifikan, baik dari sisi sensor, performa, maupun fitur AI.
Sementara pemilik Watch 7 atau Ultra generasi pertama mungkin perlu mempertimbangkan kebutuhan sebelum upgrade.
Jika semua fitur ini terealisasi sesuai ekspektasi, Galaxy Watch 9 dan Ultra 2 bukan sekadar smartwatch baru, melainkan perangkat kesehatan personal di pergelangan tangan. Juli nanti bisa jadi momen penting bagi masa depan wearable.***