Teknologi

Kebutuhan Dasar di Era Digital, Ini Sejarah Lahirnya Internet yang Membuat Setiap Orang Terhubung secara Global

Oleh: Karseno AJ Rabu 09 Okt 2024, 13:30 WIB
Lewat jaringan internet, seseorang bisa terhubung dengan orang lain di bumi manapun secara real time.

AYOJAKARTA.COM -- International Network atau disebut juga dengan Interconnecting Network merupakan jaringan komunikasi yang bersifat mendunia atau global.

Melalui serangkaian protokol Interconnecting Network atau disingkat dengan Internet, seseorang bisa terhubung dengan orang lain di bumi manapun secara real time.

Selain untuk berkomunikasi, Internet memungkinkan seseorang secara akurat mendapat navigasi saat tersesat di perjalanan.

Baca Juga: Tanpa Internet, Ini 4 Pilihan Game Offline Terbaik Paling Seru di Android

Keberadaan Internet yang semula hanya sekedar bayangan, hari ini telah berubah menjadi kebutuhan dasar keempat setelah Sandang, Pangan dan Papan.

Bahkan pada tahun 2016, setiap jenis gangguan yang menyebabkan terputusnya akses ke jaringan internet oleh PBB dianggap bagian dari pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Meski telah banyak membantu individu dalam membuat suatu perubahan dalam hidup, tidak jarang orang mengenali sejarah terciptanya internet.

Baca Juga: Kun Wardana Ingin Internet Gratis untuk Setiap Kalangan di Jakarta bila Menang Pilgub 2024, Kecepatannya Segini

Gagasan dan prediksi tentang akan adanya suatu perangkat penghubung secara individu dan komunal yang kini dikenal dengan internet, telah dilakukan oleh Nikola Tesla.

Mulai pertama dirintis pada tahun 1960-an dengan nama Advance Research Project Agency Network, Arpanet hadir meneruskan teknologi transmitter gelombang radio dan telegram.

Di tahun 1962, JCR Licklider yang merupakan profesor lulusan MIT mulai memperkenalkan ide tentang Galactic Network, yaitu suatu bentuk komunikasi secara mendunia.

Baca Juga: Fitur Play Store Android yang Bikin Kuota Internet Jadi Boros, Matikan agar Jadi Lebih Hemat

Setelah digantikan oleh Robert Taylor di tahun 1966, gagasan tentang Arpanet berhasil diwujudkan pada 29 Oktober 1969.

Dengan perangkat yang tersedia saat itu, Charley Kline seorang mahasiswa UCLA berhasil melakukan pengiriman pesan pertama kali ke Stanford Research Institute.

Dua tahun berselang, Pengembang di Arpanet Ray Tomlinson berhasil membuat surel pertama di dunia dengan isi berita Qwertyuiop atau deret teratas papan ketik.

Selain itu, Ray juga mulai memperkenalkan penggunaan simbol @ yang dimaksudkan sebagai penegas bagi penerima pesan.

Baca Juga: Janji Kampanye Pilgub Jakarta, Kun Wardana Ingin Semua Rumah Warga Bisa Terkoneksi Internet Gratis

Karena masih mengadaptasi bentuk komunikasi lawas yang membutuhkan Switching manual, pada tahun 1974 mulai diperkenalkan RFC 675 sebagai TCP IP perdana di dunia.

Sejak pengaplikasian sistem TCP IP sebagai pengganti Switching manual pada tahun 1981, proyek Arpanet yang semula hanya ditujukan untuk kalangan terbatas mulai bergeser.

Akibat tidak mampu menghadapi permintaan masyarakat luas, proyek Arpanet kemudian ditutup dan diambil alih oleh pemerintah Amerika Serikat melalui NSFNET.

Baca Juga: 10 Kota dengan Internet Tercepat di Indonesia, Ternyata Bukan Jakarta yang Nomor 1!

Sejak dipegang National Science Foundation Network, perkembangan teknologi internet semakin mendunia setelah ditemukannya www atau World Wide Web pada 1992.

Berdirinya perusahaan Yahoo pada 1994 dan dan Google pada 1997, membuat layanan internet semakin dikenal dunia.***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil