Teknologi

Fitur Tersembunyi Google Maps untuk Ukur Ketinggian saat Hiking atau Naik Gunung, Pendaki Wajib Tahu!

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Senin 30 Sep 2024, 11:09 WIB
Ilustrasi Pendaki Gunung

AYOJAKARTA.COM - Bagi para penggemar hiking dan pendaki gunung, mempersiapkan diri dengan informasi medan yang tepat adalah kunci sukses perjalanan.

Salah satu informasi yang sangat penting adalah ketinggian rute yang akan ditempuh.

Namun tak semua orang tahu bahwa Google Maps, aplikasi yang biasa digunakan untuk navigasi sehari-hari juga memiliki fitur yang bisa membantu mengukur ketinggian.

Fitur ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memetakan rute pendakian atau hanya penasaran dengan kontur medan yang akan dijelajahi.

Baca Juga: Panduan Membeli Ponsel Gaming Terbaik 2024, Ini Fitur Unggulan yang Harus Diketahui!

Google Maps memiliki kemampuan menampilkan profil elevasi atau ketinggian pada rute jalan kaki yang bisa memberikan gambaran mengenai seberapa terjal atau mendatarnya rute tersebut.

Dengan fitur ini, pendaki dapat lebih siap menghadapi medan yang akan dilalui dan mengatur strategi pendakian.

Seperti apa keunggulannya?

Yuk bahas lebih lanjut bagaimana cara menggunakan fitur ini untuk pengalaman hiking yang lebih aman dan terencana.

Baca Juga: Tips WhatsApp Tampak Offline Centang Satu Walau Chat Sudah Dibaca, Cocok Nih Bagi yang Tak Ingin Diganggu!

1. Langkah Awal: Merencanakan Rute di Google Maps

Langkah pertama mengukur ketinggian di Google Maps adalah merencanakan rute perjalanan.
Pengguna hanya perlu memasukkan titik awal dan tujuan di Google Maps seperti biasa.

Setelah itu, Google akan menampilkan rute yang bisa dilalui baik itu jalan kaki, bersepeda atau mengemudi.

Fitur ini bisa diakses di perangkat desktop maupun seluler, namun untuk pengalaman yang lebih optimal disarankan menggunakan versi desktop.

Baca Juga: Apple Rilis Fitur Eye Tracking iOS 18, Bisa Scroll Layar Tanpa Menyentuh Layar?

2. Aktifkan Tampilan Medan untuk Melihat Ketinggian

Setelah rute ditentukan, penting mengaktifkan tampilan medan.

Caranya sangat mudah, cukup klik ikon lapisan yang ada di pojok kiri bawah peta.

Di menu yang muncul, pilih opsi "Medan" untuk menampilkan kontur elevasi di sepanjang rute.

Tampilan ini akan menunjukkan kontur tanah yang memperlihatkan tinggi rendahnya medan.

Baca Juga: Tips Instagram: Cara Membagikan Postingan Foto di Feed dan Reels Mode Close Friends, Sudah Tahu?

3. Mengukur Elevasi dengan Klik Kanan

Untuk mendapatkan data ketinggian yang lebih akurat, pengguna dapat menggunakan fitur "Ukur Jarak" dengan mengklik kanan pada titik awal rute di peta.

Selanjutnya, tambahkan beberapa titik sepanjang jalur yang akan ditempuh.

Setiap kali menambahkan titik baru, Google Maps akan otomatis menghitung jarak sekaligus perubahan ketinggian di antara titik-titik tersebut.

Baca Juga: Review Vivo V40 Lite: HP AMOLED dengan Fitur Premium dan Harga Terjangkau, Worth It Dibeli?

4. Profil Elevasi: Alat Bantu untuk Pendaki

Salah satu fitur menarik di Google Maps adalah profil elevasi.

Setelah rute selesai diatur, bagian bawah layar akan menampilkan grafik yang menunjukkan perubahan ketinggian sepanjang jalur tersebut.

Dengan grafik ini, pengguna dapat melihat seberapa curam tanjakan atau turunan yang akan dihadapi yang membantu dalam mempersiapkan fisik dan mental.

Baca Juga: Mulai dari Rp3,2 Jutaan! Cek Spesifikasi dan Harga Vivo V40 Lite 4G dan 5G yang Resmi Hadir di Indonesi, Tertarik?

5. Analisis Data untuk Persiapan Lebih Baik

Profil elevasi yang ditampilkan Google Maps memberikan representasi visual mengenai naik turunnya rute yang dipilih.

Ini sangat membantu bagi pendaki yang ingin mengetahui seberapa berat jalur pendakian yang akan ditempuh.

Dengan data ini, pendaki bisa memutuskan kapan waktu yang tepat untuk istirahat atau mengukur kemampuan diri sebelum menghadapi medan yang lebih menantang.

Baca Juga: 3 Cara Mudah Menghindari HP iPhone dan Android Tidak Jamuran, Harus Rutin Lakukan Ini

Tips Menggunakan Fitur Elevasi

Meski fitur ini dapat diakses melalui perangkat seluler, Google Maps versi desktop memberikan tampilan yang lebih luas dan jelas sehingga memudahkan dalam melihat detail elevasi.

Perbesar tampilan peta untuk mendapatkan kontur yang lebih mendetail dan jika perlu coba bandingkan beberapa rute untuk menemukan jalur yang paling sesuai dengan kemampuan fisik.

Dengan fitur pengukur ketinggian Google Maps, pendaki bisa menghemat banyak waktu dalam perencanaan.

Baca Juga: Gratis dan Mudah Digunakan, Google Tawarkan Fitur Teknologi AI yang Bikin Lancar Ngobrol Bahasa Inggris

Tak perlu repot-repot membawa peta topografi manual atau mengandalkan aplikasi tambahan.
Cukup dengan Google Maps, semua informasi yang diperlukan sudah ada di ujung jari.

Selain pendaki gunung, fitur pengukur ketinggian ini juga berguna bagi pelari dan pejalan kaki.

Mereka bisa menggunakan data elevasi untuk merencanakan rute lari yang menantang atau rute jalan santai yang sesuai preferensi.

Baca Juga: 3 Tips Memperpanjang Masa Pakai Baterai iPhone, Jangan Lupa Lepas Ini Ketika Isi Daya

Dengan mengetahui ketinggian dan medan yang akan dilalui, para pendaki dan pelancong bisa mempersiapkan diri lebih baik dari segi fisik maupun peralatan.

Ini sangat penting terutama untuk pendakian di gunung yang memiliki rute terjal dan berbahaya.

Dengan segala kemudahan yang ditawarkan, fitur Google Maps ini menjadi solusi praktis bagi siapa saja yang ingin menjelajahi alam tanpa perlu khawatir akan kejutan medan yang tak terduga.

Penasaran? cobalah di akhir pekan nanti dan buat petualangan hiking yang lebih aman.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Fathul Amanah