Teknologi

Gangguan Sistem Perbankan Bank DKI Jadi Sorotan, Peneliti: Mencerminkan Lemahnya Core Banking dan Infrastruktur TI!

Oleh: Birny Birdieni Senin 07 Apr 2025, 15:06 WIB
Bank DKI

AYOJAKARTA.COM - Bank DKI telah mengalami gangguan sistem perbankan sejak 29 Maret 2025.

Tentunya gangguan sistem perbankan ini langsung menjadi sorotan publik, termasuk akademisi dan peneliti.

Salah satunya yakni Peneliti dari Core Indonesia dan Fakultad Ekonomi Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Etikah Karyani Suwondo.

Baca Juga: Cara Download Video YouTube Jadi MP3 di HP, Langsung Bisa Denger Offline

Etikah menilai, gangguan perkepanjangan sistem perbankan ini mencerminkan lemahnya sistem core banking dan infrastruktur teknologi informasi (TI) dari Bank DKI.

"Sistem yang digunakan saat ini sudah tertinggal jauh, tidak scalable, dan tidak memiliki sistem failover yang kuat," ungkap Etikah kepada AYOINDONESIA, Senin 7 April 2025.

Selain itu, lanjut dia, kelemahan dalam perencanaan pemulihan bencana (disaster recovery) dan business continuity planning (BCP) pun membuat bank tidak siap menghadapi gangguan serius.

Baca Juga: Saat Silat Berhasil Menekuk Taekwondo di Ajang AFF, Pelatih Korsel Takjub dengan Timnas Sepakbola Indonesia

“Minimnya inovasi digital menjadi persoalan lain. Padahal, para nasabah, terutama aparatur sipil negara (ASN), telah terbiasa dengan layanan perbankan yang real-time dan seamless,” tegas Etikah.

Akibat gangguan ini, banyak ASN mengalami keterlambatan dalam menerima gaji, yang turut menurunkan kredibilitas Bank DKI sebagai lembaga keuangan milik daerah.

Etikah menegaskan bahwa pemanggilan Direksi Bank DKI oleh Komisi B DPRD DKI Jakarta pada pekan ini juga harus menjadi momen awal evaluasi menyeluruh.

"Bukan sekadar formalitas. Jika ditemukan adanya kelalaian, maka pergantian direksi harus menjadi opsi untuk menyelamatkan kepercayaan publik dan masa depan Bank DKI sebagai pilar ekonomi daerah," pungkasnya.***

Reporter Birny Birdieni
Editor Desi Kris